Jangan Menangis

Pada akhirnya, akupun berdialog dengan diriku tentang arti hadirku dalam hidupmu.
Aku fikir aku membutuhkan waktu lama untuk bisa bertahan dalam harimu. Ternyata begitu mudahnya aku terseok dan kehilangan pegangan lagi. Hatiku terlalu rapuh untuk bicara padamu, menunjukkan sikapku padamu, membuat hatimu hidup. Bahkan aku tidak pernah berhasil mewarnai langitmu, sementara aku sudah membeli semua warna yang cocok untukmu,,kau sirami lagi dengan abu abu yang kau suka. Aku fikir aku bodoh terlalu memaksakan semuanya, tapi aku bercermin lagi berkata pada bayangku, “aku bukan bodoh, tapi aku memang salah berhadapan dengan kau, kau yang entah disembunyikan dimana hatinya”.. Aku rasa kau tak punya rasa, indera atau bahkan kau tidak berjiwa. Jadi selesaikan semua dan jangan menangis…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s