Pria Bus Damri

Walau terpaksa naik
Menyesal pun tidak
Hanya pengap yang terasa
Senyumpun tetap semarak di wajahku
Walau terdesak dan sempit
Didalamnya
Ya bus damri yang kunaiki

Memutar bola mata
Memandang di pojokan sebelah supir
Pria sendiri duduk terpaku
Berbusana seadanya
Berambut gondrong terikat tak tertata
Letih dan lelah yang menghiasi rautnya
Tetap menarik untuk kupandang
Tak ingin mengalihkan pandanganku

Hanya hari itu…
Aku bisa melihat pria itu
Ah…
Entah, aku harap tidak
Selalu ku ingat raut tampan wajahnya
Pria bus Damri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s