#day3: “Anakmu 10 tahun Lagi”

Dear Ibuku (niya)..
Halo Ibu sedang apa kamu di masa lalu?
Emmm..pasti kamu sedang membayangkan bagaimana rupaku sekarang bukan..
Aku menjadi anak luar biasa ibu, seperti harapanmu dulu saat mengandungku, bahkan mungkin disaat kau belum memikirkan untuk menghadirkan aku dalam hidupmu… ☺

Rupaku memang tidak cantik dibanding teman-temanku yang lain ibu. Rambutku ikal seperti keinginan ayah, kulitku memang tidak seputih vampir, tp aku suka kulitku. Kulit Indonesia sekali loh ibu. Mataku bulat, alisku tebal dan hitam. Tubuhku kecil seperti ibu, tapi aku suka dengan tubuh kecilku, itu bisa membuatku bergerak bebas dan cepat. Hanya satu yang kadang membuatku kesal ibu, aku selalu ditempatkan dibarisan paling depan. ☹

Sekarang aku sedang memanjangkan rambutku loh ibu, karena aku sirik melihat temanku selalu di kepang dua rambutnya. Ibu nggak apa-apa kan kalau aku sirik sedikit kepada temanku. Ibu jangan marah ya. Oh iya ibu, tahu tidak? Aku membaca blogmu yang kau buat dimasa muda, aku mencuri beberapa puisi yang kau tulis didalam sana diblogmu ibu. Maaf ya ibu, karena aku suka puisi-puisi buatanmu ibu.

Oh iya ibu….terimakasih ibu sudah mencintai ayah. Ayah pernah membisikan sedikit kalimat saat aku masih di perut ibu, ” Aku sangat mencintai wanita yang mengandungmu, baik-baik didalam sana ya.” . Ayah selalu mengucapkan itu setiap kali mengusap perut ibu saat mengandungku dulu. Ayah selalu berpesan setiap mengantarku pergi sekolah, “Ingat Tuhan dan Ibumu setiap kamu akan memulai pelajaran”. Ya dan aku selalu mengingatmu ibu.

Ibu, aku tahu kau menungguku lama sekali bukan. Ayah sudah menceritakannya padaku. Aku bahagia kau begitu sabar menunggu kehadiranku, menjaga rahimmu untuk kedatanganku. Merawat dan memeliharaku sampai detik aku menulis surat ini. Sampai kau menularkan kebiasaan-kebiasaanmu padaku. Terimakasih kau menularkan semua itu padaku ibu.

Aku sayang ibu dulu, sekarang dan nanti. Disaat kau membaca surat ini ibu, pastikan kau menahan air matamu karena aku tahu kau menularkan sifatmu yang satu itu padaku juga. Aku tidak ingin membuat menangis dengan aku menulis surat ini ibu. Aku hanya ingin menulis surat cinta untukmu Ibu. Terimakasih ibuku sayang.

Penuh Cinta..

-anakmu 10 tahun lagi-

Nb: Aku akan memelukmu erat saat kau membaca ini Ibu.

Iklan

One thought on “#day3: “Anakmu 10 tahun Lagi”

  1. Ping-balik: Tweets that mention #day3: “Anakmu 10 tahun Lagi” « Ruang Celoteh Pecinta Jendela -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s