Ketika Aku Bertanya….

Kalau saya harus mendefinisikan arti dari kata ini saya pasti tidak akan pernah menemukan jawaban yang paling sempurna sampai saya menulis ini.

SAHABAT…

Ini adalah penggalan sebuah perjalanan tentang “persahabatan” yang sempat menjadi kebanggaan mereka. Berjalan bersama mungkin memang akan indah sekali. Tapi pilihan yang memang harus dipilih menjadikan terlupa akan tujuan semula bahkan mimpi-mimpi yang pernah dirajut bersama. Ah…kisah klasik ini memang benar-benar hanya buat masa depan, sukur-sukur itupun kalau masih ingat.

Dari kedua tangan saya, mungkin hanya satu tangan saja yang bisa saya gunakan untuk menghitung orang-orang yang tahu sekali makna dari kata itu ‘sahabat’, bahkan saya sendiri masih takut salah memberikan titel itu pada kalian. Saya terlalu pemilih, terlalu takut memberikan titel itu pada orang-orang dekat saya. Bukan karena saya belagu atau apapun lah namanya. Tapi karena saya pernah dibuat kecewa oleh sahabat saya. Dari situlah saya lebih berhati-hati menjadikan mereka-mereka sahabat.
Sahabat itu kamu…orang-orang yang….yang….yang apa ya saya masih belum menemukan kalimat yang tepat, sampai akhirnya saya menemukan buku tulis lama saya “DON’T ” ditumpukan buku-buku didalam laci. Ini adalah tulisan tangan dari saya, dan dua teman baik saya yang saya sebut ‘Sahabat’….

“Seseorang yang tahu apa yang ingin kau katakan meski kau tidak mengucapkannya, Seseorang yang bisa memahami perasaanmu meski kau sendiri tidak bisa memahaminya, Seseorang yang akan selalu memaafkannya biasanya sebelum kau sendiri bisa memaafkannya.

“Seseorang yang selalu ada untuk kita, memaafkan kekurangan kita, membuat kita bahagia, menjadikan dirinya payung saat air mata tiba-tiba datang,,mereka yang mengerti arti persahabatan..

“Sesorang yang sudah ngebuat tegar saya untuk terus menjalani hidup ini….”

(Acid,nia,ifat)….. itu 10tahun yang lalu….

Sekarang,,, saya hanya mau hidup dan menghabiskan hidup saya dengan sahabat saya.. Tuhan, diri saya dan sahabat saya yang akan Tuhan kirim kelak untuk saya. Bersinergi menjadi satu kata ‘kita ~ us’.

Teruslah bertanya pada diri sendiri…siapa aku? Sudahkah aku menunjuk siapa mereka sahabatku? Atau sudahkah aku menjadi sahabatmu? Atau pantaskah aku menjadi sahabatmu….

Teruslah bertanya,,,,,,,

Karena aku mencintai sahabatku… #sigh
Dan salahkah itu??…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s