#reckonFairyTale – Kisah Putri Salju dan Keluarga Cullen

***

Project menulis pertama yang saya ikuti adalah #reckonFairyTale, yaitu merekonstruksi ulang cerita-cerita dongeng klasik yang sering kita dengar, mulai dari cinderella, putri salju, malin kundang, sangkuriang, dll

Cerita yang saya pilih adalah “snow white and seven dwarf” , sengaja memilih cerita itu karena tanpa saya harus membaca ulang ceritanya, saya masih ingat benar bagaimana cerita itu bermula dan berakhir.

Kisah Putri salju dan Keluarga Cullen

Kenapa berjudul itu, ya karena kebetulan saja keluarga cullen pun bertujuh, sama seperti kurcaci yang selalu identik dgn putri salju.. Kenapa tidak ada pangeran?? Terlalu dongeng kalau Putri selalu hidup bahagia pada akhirnya dengan pangeran. Toh Putri salju yang saya buat di sini, adalah seorang putri tangguh yang juga seorang manusia biasa, yang sangat mungkin punya dendam terhadap orang yang sudah menjahatinya.. ☺ Endingnya tetap bahagia, sama dengan dongeng pada umumnya. Hanya saja tidak ada Prince Charming, dicerita yg saya rekonstruksi….

Dan inilah hasil rekonstruksi ceritanya :

***
…………

Bruno pun menculik Putri Salju, -yang terlahir dengan nama Snowlita-, dihalaman belakang istana, atas suruhan dari Volderita yang iri akan kecantikan Putri Salju yang semakin hari semakin mengancam kecantikan Volderita dihadapan cermin ajaib. Volderita adalah ibu tiri Putri Salju, yang sudah merebut tahta kerajaan dari tangan ayahnya beberapa tahun yang lalu.

Putri salju pun dibuang ke hutan pinus belantara, atau hutan terlarang begitu rakyat Fairy Land menyebutnya. Bruno kembali menghadap Volderita dengan membawa jantung Rusa, karena tidak cukup tega untuk menghabisi Putri Salju. Volderita pun percaya bahawa jantung itu adalah milik Putri Salju untuk dijadikan ramuan agar kecantikan Putri Salju menjadi miliknya.

*****

Beberapa jam kemudian, Putri Salju siuman dari pingsannya dan terheran karena berada dihutan pinus belantara. Putri Salju pun berjalan menyusuri jalan setapak sampai akhirnya menemukan rumah ditengah-tengah hutan pinus. Putri Salju pun menghampiri rumah itu dengan maksud meminta pertolongan kepada pemilik rumah. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Akhirnya, putri salju pun masuk kedalam rumah itu yang dia dapati rumah itu dalam keadaan kosong, namun semua isi rumah tertata dengan rapih dan bersih. Dia pun menuju dapur rumah itu, karena rasa lapar dan haus. Namun, Putri Salju tidak menemukan minuman apalagi makanan didalam rumah itu. Karena lelah, Putri Salju tertidur di sofa ruang tengah rumah itu.

Putri Salju terbangun beberapa jam kemudian, dan dia mendapati dirinya sudah berada diatas sebuah kasur besar berwarna putih. Dia melihat sekelilingnya, ada beberapa orang sedang melihat dirinya. Putri Salju pun tercengang dan kaget, “Siapa kalian?”.

“Perkenalkan kami keluarga Cullen pemilik rumah ini, saya Carlisle Cullen, ini istri saya Esmê, -wanita yang cantik dan penuh keibuan-, lalu yang berambut pirang itu adalah anak angkat saya Rosalie, -wanita berwajah dingin sedikit tidak ramah dengan sunggingan di senyumannya-, dan kekasihnya Emmet, -pria dengan badan besar dan senyum lebar menawan-, lalu wanita bertubuh kecil itu Allice dan Jasper, dan pria yang duduk di dekat jendela itu adalah anak angkat pertama saya Edward Cullen”, seorang pria dengan penampilan yang sangat dewasa menghampiri sisi kasur putih itu dan berbicara.

“Kamu boleh beristirahat sampai keadaanmu kembali membaik”, lanjut Esmê dengan nada yang sangat lembut. “Ya…kami akan meninggalkanmu di sini untuk beristirahat, kau bisa bergabung untuk makan malam nanti jika kamu sudah cukup kuat.”, Allice menambahkan. Akhirnya keluarga Cullen meninggalkan kamar itu dan membiarkan Putri Salju untuk beristirahat sendirian. Edward yang terakhir keluar dari kamar itu dan menutup pintu kamar sambil menoleh dan melirikan matanya ke arah Putri Salju.

Jam makan malam pun tiba, Putri Salju turun dari lantai dua rumah besar itu bergabung bersama keluarga Cullen untuk makan malam. Keluarga Cullen menyambut Putri Salju dengan penuh kehangatan di meja makan keluarga dan mempersilahkan Putri Salju untuk duduk diantara mereka. Hidangan makan malam pun sudah tersedia di meja makan. Putri Salju hanya terdiam seribu bahasa sambil menikmati semua hidangan di meja makan. Putri Salju hanya heran kenapa hanya dia saja yang makan, sementara mereka hanya meminum minuman berwarna merah darah yang mereka sajikan didalam gelas wine.

“Kenapa kalian tidak ikut makan juga?”, tanya Putri Salju di tengah-tengah dia makan.

“Kami semua tidak terbiasa makan malam putri Snowlita. Lanjutkan makan malammu, setelah itu kau berhutang cerita kepada kami semua, kenapa kamu bisa berada di sini, di rumah kami…”, Esmê menjelaskan.
Makan malam pun selesai, mereka semua sekarang sudah berkumpul di ruang tengah rumah itu untuk mendengarkan cerita dari Putri Salju bagaimana dia bisa berada dirumah besar keluarga Cullen. Putri Salju pun duduk di sofa berwarna merah yang kosong tak terisi. Sepertinya mereka memang sengaja mengosongkan sofa itu untuk Putri Salju.

“Selamat malam semuanya, terimakasih untuk makan malamnya. Perkenalkan nama saya Snowlita, tapi semua rakyat kerajaan memanggilku Putri Salju. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa berada disini sekarang, tiba-tiba saya sudah berada di hutan belantara pinus, untuk sampai kerumah kalian saya menempuh jalan setapak ratusan meter untuk sampai ke sini. Awalnya, saya hanya mau meminta pertolongan kepada keluarga yang menempati rumah ini, tapi saya mendapati rumah ini dalam keadaan kosong. Akhirnya saya masuk kedalam ruamh untuk mencari makanan dan minuman, tapi saya tidak menemukan sedikitpun apa yang saya cari di dapur anda.”, cerita Putri Salju kepada keluarga Cullen.

Mereka pun berbicang sampai larut malam, saling bertukar cerita tentang siapa keluarga Cullen, dan tentang kerajaan Fairy Land yang dipimpin oeh ibu tiri Putri Salju, Volderita sang penyihir jahat, yang sudah berniat mencelakai Putri Salju.

Keesokan paginya, Putri Salju terbangun dan rumah pun dalam keadaan kosong. Putri Salju tak lantas tinggal diam, dia bergegas membersihkan rumah, walaupun rumah besar itu sudah terlihat dan tertata dengan rapih. Putri Salju pun menuju dapur untuk menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan jika keluarga Cullen tiba nanti. Sedikit tertegun melihat isi kulkas yang kemarin siang kosong, sekarang sudah terisi penuh dengan semua bahan-bahan yang siap masak. Dengan semangat Putri Salju pun memasak.

***

Volderita geram dengan apa yang dilakukan Bruno terhadapnya. Bruno telah menipunya mentah-mentah dengan memberikan jantung rusa kepadanya dan bukan jantung Putri Salju. Cermin ajaib masih berkata bahwa wanita tercantik di Fairy Land adalah Putri Snowlita alias Putri Salju. Dari sanalah Volderita yakin bahwa Putri Salju masih hidup.

Volderita pun mencari-cari keberadaan Putri Salju keseluruh penjuru kerajaan dengan ilmu sihirnya. Akhirnya Volderita menemukan Putri Salju di sebuah rumah besar didalam hutan terlarang. Volderita pun menyiapkan rencana untuk mengahabisi Putri Salju.

***

Seperti biasa, Keluarga Cullen disetiap menjelang musim panas tiba, mereka berbondong mencari buruan beruang atau serigala untuk dijadikan santapan untuk menjaga stamina mereka. Karena Kelurga Cullen memilih hidup sebagai vampire vegetarian, yaitu vampire yang tidak menjadikan darah manusia sebagai santapannya, maka hanya binatang-bintang liar dan besar saja yang menjadi santapan mereka.

Hari itu adalah hari berburu mereka, setelah hampir satu bulan lamanya mereka tidak berburu. karena itulah mereka meninggalkan Putri Salju dirumah besar itu sendirian. Ditengah perburuan mereka, Allice terhenyak dengan sesuatu yang dilihatnya tentang apa yang terjadi dan akan menimpa Putri Salju di rumah nanti.

Karena hanya Edward yang bisa membaca apa yang dilihat Allice, edward pula lah yang menceritakan kepada seluruh keluarga Cullen apa yang barusan dilihat oleh Allice yang akan menimpa Putri Salju. Akhirnya mereka, mempercepat perburuan mereka hari itu, walaupun dahaga mereka akan darah belum terpuaskan. Namun demi keselamatan Putri Salju, mereka memutuskan untuk menghentikan perburuan hari itu.

***

Ketika tengah memasak didapur, Putri Salju dikejutkan dengan suara bel didepan pintu rumah. Putri Salju pun bergegas keluar untuk melihat siapakah yang datang dan menyembunyikan bel rumah. Putri Salju dikagetkan oleh seorang nenek yang membawa keranjang buah apel. Putri Salju tidak menaruh curiga sedikitpun kepada nenek tua itu.

Ternyata nenek tua itu hendak menjual beberapa apel didalam keranjangnya. Namun, Putri Salju menolak karena tidak mempunyai uang sepeser pun. Namun, nenek itu terus memaksa Putri Salju untuk mengambilnya saja tanpa perlu dibayar dengan alasan perjalanan nenek tua itu menuju kota masih jauh dan nenek tua itu tidak sanggup jika harus menjinjing keranjang apel itu lebih lama lagi. Karena rasa iba dari Putri Salju, akhirnya Putri Salju pun mengiyakan permintaan si nenek tua itu untuk mengambil keranjang berisi aple itu dengan cuma-cuma. Nenek itu pun pergi masuk ke dalam hutan dan hilang dibalik pepohonan pinus. Putri Salju bergegeas ke dapur untuk mencuci apel-apel yang baru saja dia dapat.

Sebelum sampai dapur, Putri Salju penasaran dengan rasa apel yang ada didalam keranjang. Warna merahnya dan terlihat begitu segar membuat Putri Salju tergiur untuk mencoba rasa apel itu. Putri Salju pun mengambil satu apel dari keranjang itu dan menggigitnya sambil berjalan menuju dapur. Saat gigitan pertama, mengunyah dan menelannya. Putri Salju dikagetkan dengan teriakan dari arah belakang tubuhnya.

“Jangan kau makan aple itu Putri Snowlita..”, Edward berteriak tepat dibelakang Putri Salju.

Putri Salju pun membalikkan tubuhnya, dan jatuh terkapar tepat di ruang makan mengarah kedapur. Keranjang apel yang penuh itu pun jatuh, apel-apel didalamnya pun ikut berceceran.

“Carlisle…..”, Rosalie dengan nada pasrah. Keluarga Cullen tertunduk dan terdiam melihat tubuh Putri Salju terkapar karena apel beracun yang diberikan oleh Volderita. Carlisle pun segera menolong Putri Salju dengan pertolongan secara medis. Dari arah luar terdengar Jasper dan Emmet datang dengan bergegas.

“Kita kehilangan jejak Volderita, dia menghilang dengan sihirnya.”, Emmet menjelaskan.

“Kita harus meyelamatkannya Carlisle…”, Esmê memohon kepada Carlisle. “Dia tidak pantas mati seperti ini, dia harus merebut kembali tahta kerajaan Fairy Tale yang sudah direbut paksa oleh Volderita..”, Esmê melanjutkan, pandangannya pun beralih ke semua wajah yang ada didalam ruangan sebagai permintaan dukungan. Dan semuanya pun setuju dengan keinginan Esmê.

Akhirnya Carlisle pun menyelamatkan Putri Salju dengan racun Vampirenya. Raungan dan rejangan dari Putri Salju membuat semua keluarga Cullen sedih. Putri Salju diikat selama racun vampire itu bereaksi terhadap tubuhnya. Sampai akhirnya racun vampire itu berhenti membakar sekujur tubuhnya. Putri Salju pun siuman kembali, dan hanya berkata, “Apa yang terjadi denganku?”

Carlisle pun menjelaskan semua yang terjadi kepada Putri Salju. Putri Salju hanya tertunduk dan menangis dengan apa yang terjadi pada dirinya, dengan kejahatan yang sudah Volderita lakukan terhadap kedua orang tuanya dan kepadanya. Karena Volderita jugalah, Putri Salju harus menjadi makhuk imortal seperti keluarga Cullen. Menjadi vampire, yang entah dia sanggup atau tidak menjalaninya nanti. Putri Salju pun tinggal beberapa bulan dengan keluarga Carlisle untuk belajar beradaptasi menjadi Vampire seperti mereka.

***

Putri Salju pun akhirnya hidup kembali untuk abadi selama-lamanya. Menjadi Vampire memang bukan pilihan yang mudah untuknya, apalagi untuk menjadi Vampire Vegetarian seperti keluarga Cullen. Akhirnya putri Salju pun memilih untuk pergi dari rumah keluarga Cullen dan tidak menyusahkan keluarga Cullen lagi.

Putri Salju pun harus memilih kehidupan barunya sebagai vampire. Putri Salju pun kembali ke kerajaan Fairy Land untuk merebut kembali tahta milik keluarganya, milik ayahnya. Dengan kekuatan yang dia miliki sekarang sebagai makhluk imortal, Putri Salju pun bisa merebut kembali tahta ayahnya, dan Putri Salju pun memimpin Kerajaan Fairy Land tanpa satu orang pun yang tahu bahwa Putri Salju sekarang adalah seorang Vampire. Kerajaan Fairy Land pun diliputi kebahagian dengan kembalinya Putri Salju dan memimpin kerajaan. Kehidupan rakyat Fairy Land pun sejahtera.

The end

***

Semoga berkenan dongeng yang saya rekonstruksi, bisa dijadikan salah satu kumpulan dongeng yang dibukukan oleh @nulisbuku #amiinn…

Kalaupun tidak, tak apa… Saya tetap jatuh cinta dengan menulis dan bermain dengan mimpi juga imajinasi… ☺

Iklan

4 thoughts on “#reckonFairyTale – Kisah Putri Salju dan Keluarga Cullen

  1. Ceritanya bagus, bener2 berbeda dari ending aslinya. Oia, dg membaca crita ini sya jadi tahu tentang makna merekonstruksi cerita. Trimaksh. :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s