Pilihan (untuk) Tersesat

****

Langitpun gelap seketika
Biru yang menjadi abu-abu
Se abu-abu hidupmu
Hidup yang tak pernah terfikir akan kujalani

Jalanku tak panjang
Tak juga pendek
Tapi berkelok dan sempit
Nyaris tak bertepi dan bercahaya

Aku mencari oksigen
Keluar dari jalanku yang temaram
Berlari…..
Berlari…..
Berlari…..
Aku hanya ingin berlari….
Tapi langkahku kaku
Telapak kakiku rapat

Menutup mata…
Tercengan dan pasrah
Pada pilihanku untuk tersesat kembali
Aku memilih jalan belukar lainnya
Tapi ini pilihanku..
Menoleh sekali untuk tidak menoleh lagi
Selamanya…

Jalanku adalah yang kupilih
Tersesat sekalipun nantinya
Tak mengapa, aku membawa Tuhan dan kamu disini…
Dihatiku…

picture: my collection – Kebun Raya Bogor- by me and Banzaivan

Iklan

3 thoughts on “Pilihan (untuk) Tersesat

  1. Hidup itu sebuah keputusan, bukan sebuah pilihan. Andaikan hidup adalah sebuah pilihan, maka tentunya orang akan memilih hidupnya agar dapat hidup senang, makmur dan sejahtera dan tidak akan pernah memilih untuk hidup sedih, sengsara dan menderita. karena itu, putuskanlah yang terbaik.

    • Keputusan itu datang karena adanya pilihan khoez.. Dan pilihan itu bukan kita yg atur,, Ya sama lah kyk soal matematik, dibuat susah tp pasti ada jawabannya.. Nah buat nemu jwbnya kita kan kudu milih dengan proses… Betul gk? Hihihiihih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s