#musicstory— Utopia by Homogenic

Sebuah cerita mini yang terinspirasi dari lagu ini…

UTOPIA
By Homogenic

Kulihat dunia berputar lagi
Warna-warni terindah menyinari bumi

Nananana kujelang hari, kujelang mimpi

Hadirmu… Utopia
Senyumku… Utopia
Rinduku… Utopia
Khayalku… Utopia

Kudengar dunia bernyanyi lagi
Nada-nada tercipta mendamaikan bumi

*****

Pagi itu, aku terbangun karena alarm yang berbunyi tepat pukul 04:30. Alarm yang datang dari arah mesjid dekat kediamanku, seruan sholat shubuh yang berkumandang dari alat pengeras suara mesjid memang sudah lama resmi jadi alarm-ku. Seperti biasa, aku bergegas bangun untuk menjalani rutinitas shubuh-ku setiap hari. Tempat tinggalku yang berada dipemukiman padat penduduk di pinggiran kota bandung membuatku harus berlomba di pagi hari untuk berebut air bersih.

—–

Aku membantu ibu dengan bekerja paruh waktu di sebuah toko roti di pusat perbelanjaan terkenal di kotaku. Aku beruntung bisa bekerja disana, aku yang hanya tamatan sekolah menengah bisa dengan cepatnya bekerja, berbeda dengan teman-teman sekolahku yang lain yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka kesana kemari mencari pekerjaan.

Cita-citaku dulu adalah menjadi seorang perawat, tapi karena keterbatasan biaya akhirnya aku hanya mengurungkan mimpi dan cita-citaku kala itu. Namun, sepulang kerja paruh waktuku ditoko roti, aku membantu di sebuah klinik di komplek elite dekat pemukiman tempat tinggalku, sebagai pencatat pasien yang antri untuk diperiksa di klinik itu. Setidaknya setiap malam aku mencium bau obat-obatan yang aku suka.

Dan akupun jatuh cinta dengan dokter muda di klinik itu….

—–

Pria muda itu masuk dan menghampiriku, terhenyak aku saat dia mengulurkan tangannya kepadaku dan berkata, “Arina, saya Musa, yang menggantikan dokter Arya untuk tiga bulan ke depan, tolong data pasiennya! Terimakasih Arina”.

Tiga bulan…. Bekerja dengan dokter muda bernama Musa, hari-hariku kembali berbunga. Terimakasih Tuhan atas segala kebaikanMu, walaupun akan menjadi sekedar utopia bagiku.

—–

*****

Utopia, seolah mimpi yang tak akan pernah bisa kita miliki, tapi dengan tetap memiliki rasa syukur kepada Tuhan atas apapun mimpi kita. Akan menjadikan hati kita damai.

šŸ˜‰

Iklan

3 thoughts on “#musicstory— Utopia by Homogenic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s