Pesan Singkat Tak Berujung

****
Kamar Merah dalam bisu
Larut malam membawanya ke alam bawah sadar. Dingin yang menyelimuti lelapnya mimpi tak berjudul.

*bip..bip..bip..*
Terbangun dan terjaga dari mimpi meraba mencari datangnya suara. (1 pesan diterima) dibuka dan dibaca dalam keadaan setengah sadar , sebuah nama yang tidak asing mengiriminya pesan singkat saat jarum jam menunjukan pukul 01:22 dini hari.

    02.11.2009 @01:22 (Received)
    Dan malam ini dingin tak lagi mencengkram..
    Hangat purnama merengkuh jiwa yang sepi,
    Dan relalah terbuai dalam mimpi indah yang tiada akhir
    Have a nice dream

Tertegun dan tak percaya atas apa yang baru dibacanya, “is that you? …hahahah of course I am a dreamer…”. Dan kembalilah dia pun tertidur.
Keesokan paginya terbangun dengan rasa tidak percaya yang masih menggelayutinya saat terbangun dini hari tadi. Kembali dia membaca pesan singkat tadi, kembali melihat sebuah nama yang tak asing dalam hidupnya. Dan tersadar, dia tidak sedang bermimpi.
Dengan gesit dia memilih menu ‘balas’, dan menulis pesan singkat lalu mengirimnya pada orang yang sama yang menuliskan pesan singkat itu kepadanya.

    02.11.2009 @08:43 (Delivered)
    Dan kembali mentari bersinar..
    Membangunkan mimpi dari tidurnya..
    Menyelamatkan asa dan harap yang tertinggal..
    Have a great Monday

Sebenarnya tidak perlu dibalas pun tidak akan menjadi suatu masalah yang besar juga, tapi entahlah menurutnya pesan singkat itu merupakan sapaan dengan tanda seru yang tersembunyi. Tanda seru yang mengharuskannya untuk membalasnya. Ya dan akhirnya pesan singkat itu pun dibalas dengan sempurna. Sempurna menurut siapa? Ya menurut dia tentunya.
Selang 15 menit kemudian, kembali terdengar suara yang sama yang didengarnya saat dini hari tadi.
*bip..bip..bip..*

    02.11.2009 @09:00 (Received)
    Dan asa pun berlari mengejar cita..
    Tanpa uraian kata hanya laksana..
    Membujuk mimpi ke alam nyata ..
    Hope sunshine will brings you joy and happiness

Kamar lain dalam warna Biru
Jenak-jenak berlalu malam mulai merayap dan hari menjadi gelap. Dalam sunyi, sahabat melempar kata… *drrtt..drrtt..drrtt..* (1 pesan diterima dgn getar tnpa suara).
Namun aku, ragaku tak kuasa terjaga. Terperangkap dalam indah tidurku..

    02.11.2009 @23:58 (Received)
    Bulan pun tersenyum pada bintang
    Mengembalikan mimpi yang tertunda
    Menyempurnakan do’a dalam tidurmu
    Have a nice dream for you

Pagi sekali aku telah terbangun dari tidurku yang hanya sesaat saja. Lalu aku bangkit, mengumpulkan berkas-berkas jiwaku yang semalaman melayang-layang entah kemana. Setelah setengah tersadar, kulihat petunjuk waktu pada telepon genggam yang selalu setia disampingku. “ Ehmmm….” Ada sebuah pesan yang sudah terbuka, namun belum sempat terbaca. Aku pun mengulum senyum. Ya pesan dari sahabat, sebuah rangkaian kata yang sarat makna. Jujur saja, kata-kata sederhana seperti itu bisa membuat hari menjadi lebih berwarna… yap!! Tak sabar ingin segera membalas, tapi rupanya dalam pikirku belum sejalan, masih korsleting serasa jetlag. Namun, seiring waktu melaju, dan tak lagi aku mau menunggu;

    03.11.2009 @09:00 (Delivered)
    Dan Kuasa pemilik hari telah kembali,
    Wujud sempurna terang gemintang
    Isyarat penunjuk waktu berpacu
    Memanggil diri bangkit berlari…
    Ya.. Diam berarti mati….

Batinku , “ The Time will never wait , so just run, against the time…”

Sebuah Pesan dalam kotak Masuk
Pesan singkat yang seharusnya tak berujung pun berakhir menurutku, tapi tak begitu menurut dia. Aku dan dia hanya bisa bertemu lewat tulisan, mengirimkan ragaku melalui kata demi kata yang terurai menjadi kalimat, menjadi bait, menjadi prosa dan akhirnya menjadi makna.
Hingga pada malam-malam di hari yang terlupakan entah aku atau dia yang ingat, pesan pun kembali tak berujung, kembali tertulis dalam balutan kata dalam kotak masuk aku dan dia……

walau bulan tertutup awan malam ini
ketahuilah bulan akan senantiasa menghiasi mimipi…
“ Tidur nyenyak & mimpi indah akan menjemputmu!”

Dan gelap kembali memeluk malam..
Mengizinkan bintang menatapmu dalam gelap..
Lalu terucap, “ Mimpi indah!!”.

Dalam kisah aku dan dia, pesan dalam kotak masuk diselamatkan dengan sebuah cerita manis tak sarat makna, hanya sebuah cerita yang mengingatkan akan keberadaan aku dan dia.

Pesanku untuk dia, “Teruslah mengirimiku pesan singkat sederhana!’.

Pesan dia untukku, “ Pesan singkat kita tak akan pernah berujung, karena aku ingat pesanmu”.

*****

#ditulis bersama Andryansyah Ahdaka 😉

Iklan

6 thoughts on “Pesan Singkat Tak Berujung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s