#Life Is An Adventure – Cerita Lala (cuplikan)

*****

I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise adventure to discover my self
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
Live is an adventure (quote of Nutrilon Kids)

CERITA LALA… (cuplikan)

*****

“Lalaaaa…lalaaa…..”, teriakan beberapa orang anak terdengar memanggil lala dari luar rumah.

Bergegas Lala pun gadis cilik berusia 8 tahun itu keluar rumah membawa tas plastik kecil berisi beberapa makanan ringan yang baru dia beli pagi tadi saat mengantar ibunya berbelanja di pasar kaget. Dan tidak lupa dia membawa tas ransel kecil miliknya yang sudah diisi penuh oleh buku-buku komik bergambar dan beberapa buku lainnya yang sudah dia siapkan semalaman.

“Ibuuuu…lala pergi ya ibu…”, pamit Lala kepada ibunya yang tengah memasak didapur. Seraya menghampiri ibunya dan mencium tangan ibunya.
“Iya..pulang kerumah sebelum maghrib ya!, dan makan bekal yang sudah ibu buatkan untukmu dan teman-temanmu.”, Ibu mengingatkan Lala hal yang sama setiap kali Lala hendak pergi untuk bermain dengan anak-anak kampung di bantaran rel kereta api.
“Siapp bos…”, Lala menyahut sambil berlalu.
“Assalamualaikum Lala…”, Ibu kembali mengingatkan Lala ketika Lala berlalu.
“Assalamualaikum Ibu….Dadah ibu!”, Lala berteriak dari depan pintu rumah.
“Walaikumsalam…”, ibu menyahut dan melambaikan tangannya kepada gadis kecil kebanggaanya itu.

*****

Hari itu Lala berjanji untuk bermain dan belajar bersama teman-temannya dari kampung di bantaran rel kereta api. Ini adalah waktu rutin Lala, membacakan cerita kepada anak-anak disana. Anak-anak di bantaran rel kereta pun selalu senang setiap kali Lala datang. Hari ini adalah kali ketujuh Lala datang untuk bermain di sana. Awalnya, ayahnya lah yang seorang guru mengajak Lala untuk melihat-lihat kampung di bantaran rel kereta itu dengan maksud mengajari Lala bagaimana caranya bersyukur atas nikmat Tuhan. Dan sepertinya berhasil, setiap hari sabtu Lala selalu menyempatkan dirinya mengunjungi teman-temannya di kampung itu.

Hasan, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang menjadi teman baiknya di kampung itu. Hasan masih beruntung dibanding teman-temannya yang lain, hasan masih bisa sekolah sementara teman-teman seumurnya putus sekolah. Lala mengenal Hasan, saat kunjungan kedua Lala ke tempat itu. Dan sekarang mereka pun berteman baik, bergantian membacakan cerita kepada anak-anak di kampung itu.

*****

Sore itu, setelah puas bermain ditanah lapang di kampung sebelah. Mereka beristirahat sejenak untuk menyantap bekal yang sudah Lala bawa dari rumah. Sambil menyantap bekal mereka. Lala mengeluarkan buku yang dia bawa dari tas ranselnya.

“Kali ini giliran Hasan yang bercerita ya.. “, Lala berkata sambil mengunyah roti didalam mulutnya. Menyodorkan buku yang sudah dia pilihkan untuk dibacakan hari itu.
“Ini Hasan, ayo baca yang keras…!!!”, perintahnya.

Hasan pun mengambil buku dari tangan Lala, dan mulai membacakan cerita yang sudah dipilihkan oleh Lala. Anak-anak mulai mendengarkan cerita yang dibacakan oleh Hasan.

“Woii.. bolanya sudah mulai tuh…”, teriak seorang anak dari arah barat
.
Hari itu memang ada pertandingan sepak bola antar RW. Dan anak-anak di kampung ini berjanji mengajak Lala menonton dari atas atap rumah Hasan. Karena lapangan bola terlihat dengan lebih jelas dari atas sana. Mereka pun bergegas, berhamburan berlari menuju rumah Hasan. Pertadingan sepak bola pun sudah dimulai beberapa menit sepertinya. Tak mengapa bagi Lala, karena dia tidak terlalu suka dengan bola. Dia hanya tertarik naik dan duduk diatas atap rumah saja.

Saat pertadingan berlangsung, hasan menyodorkan secarik kertas kepada Lala.
“Ini tugas menulis puisi pelajaran Bahasa Indonesia saya Lala..”, Hasan dengan nada yang datar kepada Lala. Lala mengambil secarik kertas yang disodorkan Lala.
“Bagaimana menurutmu Lala…?” tanya Hasan sebelum Lala membaca tugas puisi Hasan.
“Aku baca dulu ya Hasan…”, Lala menimpali.

    “Ini kami tuan..
    Tubuh kecil yang kelak
    Dengan tangan ini
    Dengan kaki ini
    Berjalan tegap
    Mengubah dunia
    Dunia yang penuh sesak
    Dunia yang kami tidak bisa bernafas
    Menikmati buku-buku kami
    Menikmati seragam kami
    Menulis di buku kami
    Mewarnai setiap gambar dengan warna pelangi
    Membacakan keras teks pancasila
    Tuan..
    Teman-temanku ingin sekolah lagi..”

Lala tak berkomentar banyak, hanya berkata, “Bagus Hasan….!”.

Terdiam dan kembali melihat pertandingan bola. Cerita Lala pun dimulai semenjak hari itu.

****

#picture: JJS album @muhrezby Muhrez

Iklan

2 thoughts on “#Life Is An Adventure – Cerita Lala (cuplikan)

    • Lanjutannya masih dikepala.. Mandeghh.. :p
      Itu karena fotonya.. Gue jatuh cinta ama fotonya sbnrnya… Jd dihubung2i… ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s