Harta Karun di Rak Sepatu :)

May Day,,,

Disaat para buruh memperingati hari Buruh yang tepat jatuh pada Minggu, 1 Mei 2011, disaat itu pula saya menemukan beberapa pasang sepatu lama yang hampir tidak pernah terjamah oleh dua kaki saya lagi.

Minggu yang saya habiskan untuk memilah sepatu-sepatu ini dan cerita dibaliknya. Tapi tidak semua sepatu ini tidak saya pakai lagi, hanya ada beberapa saja yang memang jarang saya sentuh lagi. Mungkin pada harinya nanti dimana hati saya sudah ikhlas melepas mereka pergi berpindah kaki, barulah akan saya pindah kakikan.

Lalu inilah harta karun di hari buruh…

Para Sepatu Sandal

Dari 5 sepatu sandal itu, yang paling sering dipakai yang warna hitam yang paling atas, saking seringnya dipakai ada bagian dimana saya lem pakai double tape, soalnya sayang klo ampe rusak beneran, buat beli sepatu sandal itu saya berharap dari disc yang tak kunjung datang. Akhirnya saya pun
membeli dengan harga tanpa diskon, karena takut keburu gak muncul lagi modelnya. 🙂

Sisanya..hmm, sepertinya hanya tinggal menunggu keikhlasan itu muncul saja, dan semoga keikhlasan itu muncul sebelum mereka berjamur.. 😦

Sepatu Teplek Setia Setiap Saat

Saya dapatkan semua sepatu ini dari sahabat baik saya si wanita seribu cerita @veronicafiba, dia penggila sepatu, dari kegilaannya dia berimajinasi membuat sepatu sendiri dan TARAAAA.. jadilah brand miliknya @nenekuti selain sepatu ada produk lainnya juga seperti baju dan tas dan semuanya made by order.. 🙂 punya model sepatu sendiri tinggal follow her twiter..
Sepatu-sepatu ini masih sering saya pakai setiap harinya secara bergantian. Yang paling sering saya pakai yang paling kiri atas, bentuknya pas dan nyaman dikaki saya.

Yang empat ini, sepatu teplek lain yang masih setia menemani keseharian saya juga. Sepatu merah di kiri bawah, saya dapatkan cuma-cuma dari sahabat baik saya @veronicafiba, tiba-tiba saat dia sedang mengantar saya mencari handphone di bilangan dago-supratman, dia merasakan lecet saat memakai sepatu ini. Akhirnya dia memberikan sepatu ini kepada saya, sementara dia meminjam sendal jepit yang saya bawa. Oh iya ini suatu kebiasaan yang menurut saya positif, saya selalu membawa sendal jepit kemanapun saya pergi, kecuali ke pesta karena tas yang tidak memadai. Karena jujur, sendal jepit adalah alas kaki paling nyaman sejagat raya. Sebenarnya saya membawa sendal jepit itu sebagai SOS, kalau terjadi hal yang sama seperti sahabat saya tadi (lecet), atau kalau tiba-tiba hujan besar otomatis saya mengganti sepatu yang saya pakai dengan sendal jepit yang saya bekal. 🙂

Sepatu Kerja

Dan ini dia High Heels… saya benci mereka semua, kecuali yang paling kanan bawah, karena haknya hanya 2 cm dan bentuknya tidak runcing seperti yang lainnya. Hal itu yang membuat saya betah pake sepatu ini. Lagi pula bentuk depannya yang terbuka membuat kaki tidak gerah juga. Di kantor saya selalu pakai ini, walaupun masih ada dua lagi yang teronggok di kolong meja kantor saya. Sesekali saya pakai kalau ingin, atau kalau apel tanggal 17 setiap bulannya.

Tiga sepatu dia atas hanya menjadi mayat di dalam dus sepatu, sama seperti sepatu sendal hanya tinggal menunggu keikhlasan itu datang. Tapi sepertinya sudah datang juga sih… ya mungkin dalam waktu dekat akan segera berpindah kaki.

Sandal Pesta

Hanya punya dua pasang sandal pesta, karena jarang ke pesta juga sih. Bisa dibilang malas menghadiri pesta pernikahan atau apapun yang mengharuskan berpenampilan semi formal dan anggun. Tapi cukuplah dua saja dulu… belum terbesit untuk menambah jadi tiga pasang.

Sepatu Kets

Gak mau berkomentar banyak soal sepatu sepatu ini…
Apalagi yang putih di kiri atas sana.. walau hanya bisa dipakai ngantor tiap hari sabtu saja. Belum ada yang menegur saya pakai converse ke kantor… jadi hajar terusssss…

Sang Juara Crocs

Crocs, sepatu karet yang sekarang jadi sepatu sejuta umat. Pertama kali punya yang warna tosca dua tahun yang lalu, sekarang artikel itu sudah gak ada lagi di conternya, tapi kalo di empire buannyyaaaakk banget dengan warna warni yang aduhay. Si tosca masih tangguh sampai hari ini, menerjang hujan panas, banjir, lumpur sudah saya dan dia lalui bersama..

Yang ungu malindi hadiah ulang tahun saya dari sahabat saya lagi @veronicafiba, setahun yang lalu. Karena malindi inilah, saya jadi menggilai warna ungu. Hujan badai pun pernah saya dan malindi lalui bersama.

*****
Ya begitulah hari minggu ini saya lalui, dengan membongkar harta karun di rak sepatu.
Dan belum mengurangi isi rak sepatu juga, malah mungkin akan berniat menambah lagi sepatu-sepatu baru… 🙂

#picture+edit : by my self (kamera gemini)

Iklan

2 thoughts on “Harta Karun di Rak Sepatu :)

    • Hehehehe,,,belum dibagikan.. Haloo dwee salam kenal,, suka deh sama gbr2nya dan tulisannya.. Hebad.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s