“Merugi”, di Minggu Pertama..

#day2

Marhaban Ya Ramadhan..

Langit sorenya bagus sekali hari ini, namun sayang saya tidak bisa mengabadikannya… Bukan karena tidak ada media (kamera) untuk saya pakai, sebenarnya bisa saya pakai kamera handphone, tapi emang tidak punya bakat motret pasti hasilnya akan mengecewakan..

Dan ini hari kedua Ramadhan.. Alhamdulillah masih dilimpahi rasa syukur.

Sekarang saya sudah kembali ke Bandung, kemarin sore saya meninggalkan “Negeri Peri Angin”. Untuk sementara, saya tinggal di…. Hemm sebut saja “Kotak di Lantai 2”. Ya betul itu namanya.. Kotak di Lantai 2.

Ada sedikit cerita di hari pertama kemarin. Untuk pertama kalinya seumur hidup saya, saya melakukan sesuatu hal baru yang hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Saat masih di Negeri Peri Angin, tetiba saya melihat Ibu saya baru selesai keramas, wah terkaget saya melihat rambutnya yang panjang menjuntai. Karena biasanya Ibu saya mengikat rapih rambutnya membentuk konde kecil. Karena saya agak risih melihat panjang rambutnya yang “aneh”, akhirnya saya menawarkan diri untuk memotong rambutnya. Ibu saya pun mengiyakan tawaran saya. Berbekal nekat, gunting rambut, sisir, dan koran, saya pun dengan sok tahunya memotong rambut ibu.

Taraaaaaa… Dalam waktu kurang dari 1 jam rambut ibu yang tadinya sepinggang, saya sulap menjadi sepundak… Hasilnya hemmm lumayan lah tidak terlalu mengecewakan. Rapih.. (Iya gk ya? Iya ajalah).. Menyenangkan bereksperimen dengan rambut. Saya nekat, karena saya fikir walaupun gagal ya tidak masalah, toh ibu saya memakai jilbab.. šŸ™‚

*****

Minggu pertama ini akan menjadi Minggu “Rugi” untuk saya. Entah saya selalu merasa begitu setiap kali Alloh memberi rezeki mutlak pada wanita setiap bulan. Iya tepat di hari pertama Ramadhan, saya kedatangan rezeki itu dari Alloh.

Saya merasa merugi, disaat orang lain berlomba-lomba beribadah di minggu pertama ini. Saya hanya terdiam, tak bisa seperti yang lainnya. Tapi sungguh ini merupakan nikmat yang lain dari Alloh, ini adalah bentuk rezeki yang lain dari Alloh, pahala dalam bentuk yang lain inshaalloh akan senantiasa tertuju pada saya selama saya melakukan apapun semata karenaNya.

Saya tidak mau “Merugi” di minggu pertama ini, maka doaku:


“Ya Alloh, bimbinglah hambamu ini untuk selalu berjalan menuju ridhoMu..Tetaplah didekatku, Ingatkan aku selalu dalam detak dalam hembus nafasku akan AsmaMu.. KarenaMu aku hidup, karenaMu pula aku Mati.. Aku berserah padaMu…”

Iklan

2 thoughts on ““Merugi”, di Minggu Pertama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s