Jembatan Pagi

#Day3

Marhaban Ya Ramadhan

Semenjak kepidahan saya ke “Kotak di Lantai 2”, saya punya jarak tempuh yang jauh lebih panjang dari biasanya. Lumayan kalau di fikir-fikir jalan kaki karena tidak dilalui kendaraan umum, kecuali ojek. Hitung-hitung olahraga, memperkuat kaki dan memperbesar betis (tidaaaaaakkkk mungkin terjadi).

Di pagi tadi saya sempat mengabadikan track perjalanan saya, yang harus saya lalui stiap harinya.

Saya menamainya.. Jembatan Pagi, kenapa harus pagi? Pagi itu harapan, pagi itu doa, pagi itu cita-cita…. pagi itu nyawa dan pagi itu semangat. Jembatan itu adalah rintangan saya, yang harus saya lalui setiap harinya. Datang dan pergi kemanapun kaki saya beranjak dari “Kotak di Lantai 2”, jembatan inilah yang akan membuat saya ragu beranjak. Tapi saya punya pagi, punya nyawa dan semangat. Di ujung tangga naik dan turun jembatan pagi ini merupakan harapan saya akan masa depan saya 🙂

*****

Bicara soal jembatan,,, kelak di akhirat pun kita akan bertemu dengan jembatan bukan?

Jembatan Ash-Shirothol Mustaqim

Jembatan Shirothol Mustaqim adalah titian yang akan dilewati semua umat untuk bisa menyeberang ke Surga. Dan apabila gagal menyeberanginya maka ia akan jatuh ke lembah api neraka (Na’udzubillahi min dzalik).

Dari cerita yang pernah kita dengar juga dikatakan bahwa jembatan itu bukan seperti jembatan yang kokoh seperti jembatan alam dunia yang pernah kita lewati sekarang ini, melainkan sangat rapuh dan sangat kecil tetapi sangat panjang dan sangat tajam. Laksana rambut yang dibelah tujuh dan tajamnya melebihi pedang. Dan hanya orang yang beriman lah yang bisa menyeberangi sampai ke Surga. Yang tidak beriman akan jatuh ke lembah api neraka (Na’udzubillahi min dzalik).

Datang penamaan dengan Ash-Shirath dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Maka dibuatlah Ash-Shirath di atas jahannam….” (HR.Al-Bukhary dan Muslim)

Dan dalam hadist yang lain:

“Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath….” (HR. Muslim)


Diriwayatkan bahwa Ash-Shirath ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sebagaimana ucapan Abu Said Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu:

“Sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim 1/167). 

Jembatan Shirothol mustaqim memiliki makna yang intinya tentang keikhlasan setiap hamba Allah. Keikhlasan secara menyeluruh. Baik dalam ibadah dan termasuk tindak tanduk sehari-hari selama 24 jam sehari. Ikhlas dalam beribadah, beramal dan berbuat apa saja semata-mata karena Allah, tidak mengharapkan pahala atau takut dosa, tidak mengharap pujian atau takut celaan, tidak mengharapkan surga atau karena takut siksa neraka. Melainkan. semata-mata karena Allah S.W.T. (baca lengkap disini) 

*****

Ya begitulah hidup… berjalanlah seolah kita diatas jembatan yang dibawahnya adalah jurang dengan banyak  binatang buas atau jurang yang dalam yang akan membuat kita kembali. Berpeganglah pada penyangga jembatan agar kita tidak terjatuh nantinya. Sesekali lihatlah dalamnya jurang itu dari atas jmbatan, tanpa perlu terjun ke dalamnya. Ikhlaskan langkahmu hanya karena Alloh semata, maka akan sampai kita pada ujung akhir dari jembatan yang kita lalui… #inshaalloh

😉

Iklan

3 thoughts on “Jembatan Pagi

    • Hahahha.. Seyem sih agak seyem..gk tau dan ojol2 ajah teringat jembatan itu

      *ngeledek, padahal mah itu cuma pake kamera hape.. :p*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s