Rp. 2.500,-

#Day8

Marhaban Ya Ramadhan..

Alhamdulillah sudah melewati hari ke-8 yang merupakan hari ke-2 buat saya menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Tepat jatuh dihari Senin. Cerita yang luar biasa banyak saya alami hari ini.

Terbangun saur jam setengah 3 dini hari, dan sayA masih berada di “Negeri Peri Angin”, waaaahhhh saya harusa bergegas saur dan berkemas untuk kembali ke Bandung. Ya keran saya harus bekerja tepat di hari senin pagi. Ini adalah kali pertama saya pergi ke kantor jam 4 pagi, dan menempuh perjalanan hampir 2,5 jam lamanya.

Menaiki moda terpagi yang membawa saya kembali ke Bandung, moda yang saya naiki pun seperti memakai “sayap” di kanan dan kiri bodynya. #bismillah saya hanyA percayA pada supir moda yang saya naiki. Memejamkan mata dan #cring 1,5 jam kemudian saya sudah sampai di pintu masuk kota Bandung. “Tol Cileunyi”… Wouw perjalanan macam apa fikirku, hanyA dalam waktu 1,5 jam saya sudah ada di Bandung. Waktu yang normal pun biasanya adalah 3 jam, hari ini saya hanya membutuhkan wAktu 1,5 jam… #Alhamdulillah selamat sampai kantor.

*****

Hari ini pun bertepatan dengan acara Buka Bersama di kantor. Acara tahunan yang biasa diselenggarakan setiap bulan Ramadhan di tempat saya bekerja. Luar biasa berkah yang melimpah di senin kali ini.

Siraman rohani dari Ust. Tengku Maulana, seorang ustad aceh berlogat sunda. Tausiyah yang mengingatkan kami semua tentang kematian. Tentang dunia abadi kelak yang akan kita tempati. Tentang “hisab” amal perbuatan kita selama di dunia ini. Dengan tidak menggurui ustad pun mengingatkan kami semua. #insyaallah kami dapat mengambil pesan dan intisari dari tausiyah sore ini. Mengamalkan dalam sisa hidup kami. #amin

*****

Dalam perjalanan pulang ke “Kotak dilantai 2”, saya harus menempuh beberapa saja waktu yang saya miliki.

Satu lagi berkah Ramadhan untukku di hari yang sama. Bertemu dengan seorang bapak yang baik hati didalam angkot yang saya naiki. Dalam perjalanan pulang, ketika didalam angkot hanya tersisa saya dan bapak itu, seketika bapak baik hati itu menanyakan tarif angkot kepada saya, “Punten neng, pami ongkos ti ciroyom ka bumi asri sabarah?” (Maaf neng, kalau ongkos dari ciroyom ke bumi asri berapa?). Sontak saya menjawab “2500 pak..”. Si bapak berujar, “Oooh, hatur nuhun” (ooh, terimakasi). Dan saya hanya tersenyum sambil mengangguk. Rupa dari bapak itu pun tidak begitu jelas dalam penglihatan saya. Karena kebetulan pencahayaan didalam angkot yang saya naiki gelap.

Akhirnya sampailah angkot yang saya naiki berhenti di “pull”nya. Saaya dan bapak itu pun turun, sambil turun bapak itu berkata kepadA saya seraya memberikan ongkos kepada supir, “Tos neng, sakantenan ieu..” (Udah neng, sekalian ini..). SayA terkaget dan bilang, “Pak gak usah pak..”
Si bapak itu malah berlari meninggalkan saya. Saya pun kembali berteriak, “Terimakasih Pak”….

Subnahallah, 2500 memang, tidak besar, tapi siapa saya sampai si bapak itu mengongkosi saya. Kenal pun tidak. Tapi ketulusan bapak tadi sungguh membuat saya berdecak heran sekaligus kagum.

Sekali lagi, berkah Ramadhan saya rasakan di hari ini. Alhamdulillah YA Rabb. Semoga Alloh pun mengganti 2500 yang bapak tadi beri untuk saya dengan yang lebih besar, melipatgandakannya di dunia dan di akhirat. Amin.

🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s