Metamorf of butterfly..

Aku terlahir dari ayah dan ibu yang tidak pernah aku tahu bagaimana rupanya, aku kenal dengan mereka dari cerita disekitarku. Aku tumbuh besar tanpa keberadaan mereka disisiku…entahlah mungkin tidak secara fisik mereka bersama ku, tetapi kebanyakan dari kami memang tumbuh tanpa orang tua.

Aku adalah telur pada awalnya tidak kuat dan sangat rapuh, disaat hariku sudah cukup aku keluar dari cangkang telur yang membungkus tubuhku.. Ya, dan percayalah penampilan ku sangat buruk dan menjijikan. Aku sangat tidak disukai di dunia makhluk yang menamakan dirinya ‘manusia’, mereka memberi kami nama yang juga sangat buruk ‘ulat’..ya itulah nama yang menurut mereka sangat pantas untuk kami,  dan percayalah kami mempunyai perlindungan dari makhluk itu. Mungkin itulah yang selalu membuat mereka lari jika melihat bangsa kami. Terkadang aku selalu tertawa malihat perilaku mereka, yang selalu merasa bahwa mereka adalah makhluk yang paling sempurna, tapi tidak pernah cukup berani untuk menyentuh bangsa kami. Apalagi jika kami berkoloni. Dan aku sangat membenci manusia, karena dengan emosi dari ketakutannya itu mereka selalu menyakiti kami, bahkan dengan mudahnya mereka menghancurkan kami dan membinasakan kami.

Disaat aku tumbuh menjadi ‘ulat’, aku berkelana mengejar hasratku untuk bisa disukai oleh manusia.. Aku tidak ingin selamanya dibenci oleh mereka, tidak diinginkan, dan terlebih dihancurkan. Tidak hanya aku sebenarnya yang melakukan ini, semua bangsa kami yang bisa bertahan dan tidak macam-macam akan berhasrat sama denganku. Ya seperti sudah menjadi takdir buat bangsa kami.

Dalam perjalanannya itu aku tidak ingin hanya menjadi aku nantinya, aku ingin menjadi lebih dari aku, jika aku sosok, aku sudah bisa diterima di dunia manusia. Walaupun mungkin aku akan memiliki usia yang tidak lama jika sudah berada di dunia mereka. Setidaknya jasad ku tetap abadi tidak rapuh dan terkoyak seperti yang lainnya.. Aku akan diburu untuk dijadikan koleksi pencinta sosok-sosok seperti aku nantinya.

Ya dan akhirnya aku menjadi ‘kepompong’ masuk kembali ke dalam cangkang yang secara alami aku buat sendiri. Aku menjadi rapuh kembali dan mudah dihancurkan. Jadi saat masa kerapuhanku, aku akan bersembunyi dari semua yang bisa menghancurkan aku sebelum waktunya.

Aku merasakan sakit didalam tubuh kepompongku. Tertahan dalam ruang yang tidak memungkinkan untukku bergerak bebas seperti sebelumnya. Hanya pikiran dan akalku yang terus berputar,bermimpi dan terus berimajinasi. Tak sedikitpun ku berikan waktu untuk ‘otak’ku diam. Tak kuberikan kesempatan sedikitpun untuk ‘imaji’ku tertidur. Tidak sebentar tapi tidak juga lama aku terkurung didalam sini. Tapi aku harap aku diberikan waktu yang cukup untuk aku menjadi aku yang aku mau pada akhirnya. Maka aku pun yakin bahwa mampu melalui ini.


 

****

Dan aku sekarang hanya jiwa yang tak bertubuh. Sesekali aku tengok tubuhku teronggok kaku didalam sebuah vigura. Tampak cantik dengan warna-warnanya. Dan akupun nyaris tidak percaya aku dulu pemilik tubuh itu. Ya dan aku berhasil diterima didunia mereka yang dulu membenci aku, walaupun berakhir seperti ini. Tapi setidaknya aku masih jiwa yang tak bertubuh.

Reinkarnasiku..ku harap sempurna seperti metamorfosisku..

#picture: At_the_Window by neilclark on DeviantArt

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s