Membunuh Sepi

Aku Niya

 
“Sore itu awannya tak jingga
Ronanya merona ungu ke galauan
Kuseduh sejumput teh yang kupetik segar di kebun tak bertuan
dengan air mata yang kuperas
ahh, rasanya pahit sepahit angkuhmu
kusiramkan larutan teh itu ke wajah awan
bukan lagi ungu galau yang kulihat
tapi abu kelam menjelma malam
kuringkukan tubuhku diatas pusara kesepian”

*****

Fiba

 
Pernah merasa sepi??
sepi bukan karena sendiri
Tapi sepi karena tak ada yang peduli
Karena dia tak peduli
Iya dia,, si pencuci mata
Dengan airmata tanpa batas
Dan kunikmati tiap tetesnya
Aku benci sepi!!!
Aaah.. What’s wrong with u guys and pride??
What’s wrong with u woman and tears??
Dimana jual hati baja?
Atau kuimplan saja hati ini?
Aku terlalu bodoh

*****

Decay


Bila harus memang disebut sore, maka berbedalah arti punyaku dan kalian.. Jam sebelas malam masih kusebut sore.. Bahkan mungkin Batman bilang jam dua pagi itu sore.. Tapi yang paling istimewa itu mereka orang-orang salah satu MLM terkemuka dikampungku, tak ada sore, setiap saat hanya menyapa “selamat pagi!”..  Kita berbeda wahai semut wahai lebah yang bekerja untuk ratu kalian sendiri.. Terang soreku karena lampu hias taman kota.. Merdu soreku karena bising kendaraan dan tawa riang kaum muda.. Sejuk soreku karena memang matahari sudah menghilang ke barat sana, entah, mungkin ada di Sumatera Barat dia sekarang, menyusul Uda yang kini telah membatu..

*****

Itulah tiga kepala membunuh sepinya masing-masing.

Aku punya tempatku untuk membunuh sepiku. Tinggal aku lari, mencari kertas dan pensil…..

Lalu, kamu?

Iklan

10 thoughts on “Membunuh Sepi

  1. saat sepi, aku berlari menjejak ruang imaji.
    sesekali kembali, membuka kisah lalu disesudut ruang hati,
    hampa, diatas pusara jiwa aku berdiri, sendiri,
    sesunyi meratap ditinggal kekasihku mati.
    tanpa asa hanya perih..
    pun disaat sepi sekedar berkontemplasi aku mencari inspirasi,
    di samudera pikir tak bertepi, menantang liar imajinasi.
    kau berani? ya, seperti saat ini, kubakar nalar kulahir kreasi.
    sekedar membunuh sepi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s