Aku dalam Puisimu

Pernah aku mengendap melihat buku harian seseorang, membuka pelan lembar demi lembar yang ada di dalam buku itu. Penuh tulisan tentang diriku disana, namaku tertulis jelas dalam hampir semua puisi-puisi yang aku baca didalam buku itu. Padahal siapa aku? aku pun terseyum tertawa melihat kegundahan tulisan-tulisan itu, seberapa tersiksanya mereka jika aku tidak ada… Ya aku hanya bisa tertawa, sekali meneteskan air mata, menyekanya….

Dengan pelan membuka halaman pertama

    That dark past of yours made it wrong..
    While you’ve been busy yourself to give a damn to somebody else’s song..
    Been promised that will go side by side to sit upon a throne..
    Without erasing it happens, but it won’t..

    Remember how many games we’ve won..
    Excellence and flawless our pathway in a bound..
    Day after day, until there’s a boy as my son..
    Without erasing it happens, but it won’t..

    Baby help me to erase..
    Everybody know that you’re the one I can’t replace..
    Dancing and kissing like nobody else..
    Tomorrow morning I’ll wake up to see your face..

    No I won’t make that beauty become frown..
    Darling no I won’t let you down..
    No bijouteries will be given but crown..

    In time I propose you with an eraser..

    In time, I am yours forever..

    By : @godofrevenge

Tulisan ini… dibuat untuk siapa tulisan ini, saya jadi ingin tahu Mr?

Menghela nafas di halaman pertama, melanjutkan membuka lembar dihalaman kedua…

    I once was there
    Kala mata berbentuk hati
    Kala ada banyak bunga indah di dada
    Kala sekujur tubuh bertabur cahaya warna warni
    Kala di setiap saatnya wajah terbingkai senyum
    Kala kupu-kupu mengelitik didalam perut tanpa henti

    We once was there
    Saat rasaku juga rasamu
    Hatiku milikmu, hatimu milikku
    Senyumku juga senyummu

    We once was there
    U..
    Me..
    Together we forgot how was unhappy feels like

    We once was there
    Terjatuh, lalu tenggelam

    We once was there
    Saat hati mengalahkan fungsi otak
    Saat semua salah dan hanya rasa ini yg benar
    Saat apa yg tak mungkin adalah mungkin
    Saat aku dan kamu percaya, Tuhanmu dan Tuhanku bisa jadikan semua nyata

    “The boundaries between, they are nothing
    But love we have, the only real thing..yeah”

    -311-

    We once was there
    Fight…
    U and me against the world

    “Thinking of you
    It all comes in view
    I believe we came from the same cloud
    Two drops in the ocean
    Tell me again
    The story of when we..
    ..we will be together one day..”

    -311-

    We once was there
    Saat kita mulai lelah
    Kamu dengan sabarmu
    Aku dengan daya ku
    Saat kehendakNYA yg jadi, bukan kehendakku atau kehendakmu

    And here we are
    Dying..

    Erase / rewind ??
    I wish I could choose pause
    When there’s only US
    Laugh or tears..
    I ‎​love US as always..
    Will always..

    “A lot of fish in the sea..
    ..not for me
    You’re somethin’ of a different kind
    The rest evaporate, but you stay in my mind”

    -311-

    By : @veronicafiba

Berfikir aku mencerna tulisan dihalaman kedua ini.. sepertinya penuh dilema dalam setiap kata yang tertulis didalamnya… bisa apa aku pada tulisan ini?

Sambil terus berfikir, aku melanjutkan membuka halaman ketiga…

    1.
    Ditengah gurun tandus ini
    Hanya seteguk saja air dalam genggaman
    Hanya tubuh yang tak berjiwa
    Aku hilang ditelan air mata sesal
    Teronggok di balik  batu kemunafikan
    Aku belum ingin pergi dari tempatku
    Masih ingin mencintaimu
    Dalam sakit hingga tak bisa terobati
    Hingga akhirnya aku benar-benar hilang
    Dan aku tersenyum
    Karena aku mencintai pria yang kucinta sampai mati

    2.
    Ditengah ruangan ini
    Berdiri sempoyong tanpa sandaran
    Kugambar kau dalam udara
    Kulukis kau dalam langit-langitku
    Hitam putih transparan
    Secepat itu pula aku hapus dengan karet hitam yang kugenggam
    Aku tidak lagi mencintai mu dalam gelak juga tawa
    Aku hanya ingin mencintaimu diam tanpa suara
    Kuhapus
    Kucintai lagi
    Kuhapus lagi
    Terus kucintai lagi sampai nanti sampai mati
    Hingga penghapus pun tak bisa berfungsi lagi

    By: @neeyaisme

Sama saja dengan halaman-halaman sebelumnya, aku semakin penasaran dengan semua tulisan tentang aku didalam buku ini. Tulisan ketiga yang kubaca ini, mengisyaratkan getir, pilu, dan hancur… Ah , padahal aku tidak suka dengan cerita-cerita penuh dengan air mata seperti itu,,, bisa apa aku?

Melanjutkan membuka lembar dihalaman ke empat dan kutemukan tulisan ini.

    Bersamanya itu…
    aku bisa berbicara seperti kereta api tak pernah berhenti..
    aku bisa menjadi superhero seperti di komik-komik
    aku bisa menjadi pelawak terhebad di dunia…
    aku jadi juru bicara acara tv orpah..
    jadi tong sampah..
    jadi lemari es..
    jadi tv..
    jadi music box..
    jadi kotak photo..
    semua nya aku bisa menjadi..
    aku kecanduan…
    aku kecanduan bersama nya…

    apa yg dapat menghapus rasa ini..??
    apa yg dapat menghapus kecanduan ini..??
    tak ada yang bisa.. hanya terbenam di bawah tumpukan rasa2 yang lain..
    yang tak seindah yang pernah ada…

    By: @namanyakuya

Siapa yang membuat dia candu, hingga dia bisa menjadi apapun. Tapi kenapa dia tidak memilih menjadi aku? aku membersihkan, aku bisa menghapus semua rasa candu yang dia rasa… aku jadi semakin bertanya candu apa yang dia rasakan… ??

Tak berhenti aku bertanya, hingga aku berhenti di halaman kelima ini…

    tenang adalah ketika aku melangkah.
    berbalik dari jalur kita,
    mulai menjajaki lagi alur ku sendiri.
    jalanan terik.

    damai adalah aku di tengah kota.
    berjalan hampa nyaris limbung,
    ringan meski pedih mengganjal.
    hingga mata panas.

    minggu adalah siang yang cerah bersama aku yang mendung…
    merindu kesejukan yang menenangkan.
    menanti hujan mengguyur peluh. deras.
    menyapukan kekosongan…

    …I wish that it would rain
    It will be a great disguise
    Maybe then u wouldn’t see the teardrops in my eyes…

    adalah aroma rumput,
    setelah semua senyap yang mengeringkan.
    adalah wangi tanah,
    setelah semua rapuh terhanyutkan.

    adalah aku yang sendiri.
    setelah semua kamu terhapuskan,
    terseret tetesan hujan yang melenakan.

    …And all of the raindrops that fall down on my face
    Erase all the memories of you and your embrace
    I’ll long for the moment that I lose this bitter taste
    And I don’t want you to see me this way… – Mayer Hawthorne

    By : @gigigiani

Ahh,, siapa yang sudah dengan seenaknya menghapus orang ini, mungkin orang yang menghapusnya tidak pernah menyadari siapa yang sudah dia hapus. Ya, begitulah terkadang aku di gunakan, menghapus orang-orang yang berarti dalam hidup orang lain. Dan aku benci jika itu harus aku lakukan, jika aku harus menghapus beberapa kenangan manis, kenangan indah, bahkan terlebih menghapus sebagian kisah yang penuh warna yang pernah membuat orang tersenyum, berbunga, bahagia..

******


Percayalah, aku membersihkan tapi tidak mengobati…
Percayalah, aku bahkan bisa mengotori dan mengoyak jika terlalu keras menggunakan aku
Percayalah, aku tidak suka menjadi aku
Menghapus bukan hal yang mudah, semuanya meninggalkan bekas
Katakan pada kertas-kertasmu!
Jangan warnai penuh semua ruangan
Karena aku tidak bisa membersihkan semua, apalagi mengembalikan menjadi baru kembali…

******

Note: ditulis bersama GodOfRevenge, VeronicaFiba, NamanyaKuya, GigiGiani dan Saya NiyaJothi

Iklan

9 thoughts on “Aku dalam Puisimu

      • asyik tuh rame2 nulisnya, inspiring bget klo ada kawan2nya. hmm kalo nulis sastra gue nyerah deh… haha.. ap lg blog gue sndiri jarang update bnget, hehehe. eh, btw ini yg kmu bicarain di TL pke hashtag randomthoughtproject tadi y? oww.. hsilnya bagus, nice

      • Iya project iseng sbnrnya, tp jadi malah ketagihan.. Tambah banyak yg ikut tambah seru sbnrnya.. Klo mau ikut boleeeeeehhh bgt.. Iya yg #randomthoughtproject ini tema ke 3..

        Terimakasih loh sudah melihat2 blog saya, ridwan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s