KONSISTENSI di tahun ke-11

Dan akhirnya menginjak tahun ke-11, angka kembar pertama dalam kebersamaan kita. Kebersamaan sebagai satu keluarga, satu persamaan dan sekaligus perbedaan.

Ini adalah tentang apa yang saya rasa di tahun ini. Tentang kalian, tentang kita dan #Walnoet. Saya merekam semua dengan jelas di setiap tahun eksistensi kita dulu dan hari ini.

*****

Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar, kita muda dan tua bersama. Berjalan beriringan dalam satu irama. (bahasanya terlalu puitis..kita sederhanakan saja).

#Walnoet, kalau teman saya bilang adalah nama genk motor. Tapi percayalah bukan genk motor, karena sampai detik ini saya tidak bisa mengendarai motor (boleh mentertawakan saya sepuasnya). Mungkin saya lebih setuju dengan Chairil Anwar yang bilang kalau kita walnoet adalah binatang jalang dari kumpulan yang terbuang. Ya kita hanya sekumpulan orang-orang muda saat sekolah menengah dahulu kala yang tidak tergabung dalam genk popular di sekolah kita menuntut ilmu. Hanya segelintir muda-mudi yang cerdas dengan IQ diatas rata-rata saja yang tergabung dalam #Walnoet ini (Bagian dari narsis >> memuji diri sendiri) yang akhirnya berinisiatif membentuk arena bermain dan belajar dengan nama #Walnoet. (sounds weird right!).

Tahun tahun berjalan dan terlewati dengan sederhana dengan penuh keceriaan. Hingga kita lulus sebagai anak sekolah. Berjalan dengan nama #Walnoet menghiasi jiwa kita, bangga bisa mempertahankan eksistensi kita dalam nama #Walnoet. Ya hanya nama.. sekarang kenyataannya #Walnoet hanya sebuah nama.

Dan ini yang setiap tahun, – tepat ditanggal 10 November- yang selalu kita lakukan, merayakan hari jadi, mungkin bahasa kerennya anniversary. Mengucap doa diberbagai media social, berkumpul mengenang masa muda. Hanya masa muda yang kita punya. Lalu apa yang sudah kita #Walnoet lalui bersama di hari ini? Apa yang sudah kita punya di hari ini?… KASAT MATA, tak bernyawa, mungkin hanya kekuatan rasa, kekuatan cinta dan rindu saja yang membuat kita tetap ada mempertahankan nama #Walnoet.

Mimpi-mimpi bersama di usia muda kita dulu, hari ini hanya menjadi prasasti saja. Mungkin benar kita butuh penggerak. Bukan untuk kudeta, tapi untuk “create something”, “doing something”…. Atau apapun yang membuat kita itu ada, bukan hanya nama yang cuma melekat di hati saja. Bukan cuma muncul ke permukaan di setiap tanggal 10 November saja. Saya ingin lebih… bukan cuma eksistensi tapi konsistenasi akan kesamaan rasa dan mimpi…

Hingga kapan kita ada? Toh kita menua dan pikun, hingga nama #Walnoet hanya sebuah nama kacang saja, tanpa pernah ada nama kita didalamnya. Ya dan apa lagi yang bisa kita ‘sombong’kan. Saat saya merencanakan panggung kecil untuk membuat nama #Walnoet tetap ada, (ini mimpi pribadi saya), dan saya ingin sekali melibatkan kalian.

Tulisan ini untuk kalian yang merasa memiliki #Walnoet, saya memohon izin kepada kalian meminjamkan nama #Walnoet kepada saya untuk panggung kecil yang sedang saya rencakan. Ini mimpi Panji Firman Rahadi, saya amini dan harus kalian amini. Support? Yes tentu saya butuh support (dana juga sih sebenernya…:p)

Hanya bisa menulis, dan itu memberi kebebasan kepada jiwa saya untuk mengucap seratus juta terimakasih kepada kalian satu persatu, kepada kalian yang masih menjadikan saya bagian dari adanya #Walnoet. Kepada kalian yang selalu saya jadikan guru-guru kehidupan saya.

*****

Belajar apa saya dari kalian? Banyak dan tak berhingga..

Saya menemukan siapa saya saat bertemu dengan kalian. Saya belajar memlilih pilihan sulit ketika saya mengenal kalian. Mencintai sekaligus membenci. Menahan kecewa, bertahan dari haru biru, menutupi segala gundah, berpura-pura bahagia, saya artis yang baik saat bersama kalian. Kalian hebat dengan membuat saya menjadi hebat juga.

Saya menemukan mau jadi apa saya di kehidupan ini dan kehidupan setelah ini (jika ada), ketika saya bertemu kalian. Sampai hari ini saya menulis ini, saya tetap mencinta #Walnoet dengan segalanya yang dipunya dan tidak.

Lihat aku sudah punya mimpi lagi tentang kalian. Lebih baik bermimpi bukan? Daripada tidak punya mimpi sama sekali. Saya tidak butuh euphoria setiap tahun, dengan BROWNIES yang katanya HANYA SIMBOL. Dan saya membenci kata HANYA didepan SIMBOL. Karena BROWNIES hanya symbol berarti tidak ada arti apa-apa disana, bukan? Maka saya ganti, saya jadikan tahun ini bertabur doa dan harapan akan mimpi yang menjadi nyata “Walnoet bukan hanya menjadi sekedar nama”. #amin

*****

Lalu mimpi kalian apa?

Apakah kalian mengerti arti Konsistensi di tahun ke-11 ini? kalau mengerti beri tahu saya, karena saya tidak pernah mengerti dengan konsistensi yang kalian biacarakan.

SELAMAT BERKONSISTENSI WAHAI PEMILIK WALNOET 🙂
11 tahun dan selamanya (?)

*****


(My Dear)
Panji Firman Rahadi, Andika Krisnan, Muhammad Reza Dirhamsyah, Buana Alamsyah, Irvan Firmansyah, Dany Anggana, Rohmat Indrayana, Sigit Tri Abimata, Fajar Kusnadi, Fikri Ranuarsa, Adi (?), Theresia Astrid Herera, Fatimah Safariah, Emma Hermawati, Tine Pujisari, Saya Sendiri, dll yang pernah memiliki #Walnoet

Iklan

4 thoughts on “KONSISTENSI di tahun ke-11

  1. Bila benar adanya walnoet-mu adalah sekumpulan orang cerdas, Lalu siapa Andika Krisnan? Dari namanya nampak yang paling cerdas, sekaligus gay..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s