(jangan buat) Aku Tersesat

*****

“Jangan tergesa, jika tak ingin kembali dalam keadaan hancur!”, itu ucapan yang sangat aku ingat jelas dari seorang kawan yang ada di negeri kangguru sana.

“Entahlah, ini seperti sebuah kebetulan buatku.”, aku menimpali perintahnya. “Aku hanya ingin mencari kejelasan dari perasaan aneh yang terus-terusan menggelayutiku beberapa pekan ini.

“Kamu memang keras kepala, terserah kalau memang hasratmu lebih besar untuk mengejar rasa penasaranmu. Terpenting aku sudah memperingatkanmu akan hal ini.”, dia kembali menasihatiku.

“Aku tahu harus bagaimana jika aku kembali sakit. Ini aku lakukan lebih cepat untuk mencegah sakit lain yang berkepanjangan.”, aku menjawab dan mengakhiri percakapan jarak jauh kami. “Aku merindukanmu.”

“Akupun, jaga dirimu baik-baik.”, dia seraya menutup telepon yang menghubungkan kami.

*****

Kepergianku kali ini tak pernah aku beritahukan kepada banyak orang, seperti kepergianku sebelumnya. Bahkan aku tidak pamit kepada kawanku yang berada di Australia sana. Aku mengabaikan nasihatnya. Aku berkemas dengan semua perlengkapan perang yang aku miliki peninggalan sebelumnya. Aku tahu apa yang harus kulakukan jika nanti tiba-tiba ada serangan dadakan dari target buruanku.

Berbeda dengan yang sebelumnya, targetku kali ini lebih bebas. Seolah dia hidup di hutan belantara dengan keteraturan yang dia ciptakan. Butuh banyak buku untuk melawannya. Mengendalikan semua panca indera yang dia miliki. Peta, ya aku membutuhkan peta kali ini, aku tidak akan pernah membiarkan diriku tersesat untuk yang ke sekian kalinya. Aku sudah membayangkan medanku terjal, berlumpur dan penuh jurang. Tapi bulat niatku untuk menyerang semua penasaran akan sosoknya.

Akupun membuka pintu, melangkahkan kaki kecilku dari pintu besar yang selama ini kukunci rapat. Angin pun menghembus tubuhku. Pelan, namun sejuk kurasakan. Ini hanya halusinasi pikirku. Aku tak boleh lemah. Ya, Aku tak boleh lemah lagi.

“Tolonglah aku.. Tuhan”

Terik matahari kali ini sangat membuat aku tidak bisa mengendalikan pikiranku. Aliran darahku mulai menggolak didalam tubuhku. Bulir keringat banjir membasahi kulit dibalik baju yang kupakai. Mungkin wajahku sekarang penuh debu kasat mata yang tak terlihat. Kurogoh saku celana jeans kumal yang kupakai, mengambil handuk kecil untuk ku pakai mengusap keringat dan minyak di wajahku.

Haus,,,haus sekali, tenggorokanku seolah terbakar, menjerit meminta pertolongan segera akan air. Aku menyakinkan diriku, aku harus kuat, aku belum butuh pertolongan, aku masih bisa mengatasi semuanya sendiri. Aku harus berjalan berpuluh-puluh kilometer lagi untuk menggapai inderamu.

Ransel yang kugendong dipundakku mulai terasa semakin berat. Entah apa yang kumasukkan kedalamnya, mungkin beberapa onggok batu bata juga aku masukkan kedalam sana, karena aku merasa setiap kakiku melangkah semakin bertambah berat tas ransel ini. Penglihatanku pun semakin kabur, aku dehidrasi, aku haus…aku haus…

*****

“Aku sedang menyusun puzzle…”, dia berkata pelan saat kali pertama aku berkomunikasi dengannya.

“Sudah sampai mana?”, aku bertanya. Dia hanya tersenyum penuh misteri.

“Mari kita cari tahu bersama.. let’s play!!!”, dia kembali membuatku terkejut sambil berlalu dari hadapanku.

Dadaku bergemuruh, detaknya berubah cepat seperti ada alat pacu di dalamnya. Aku semakin dibuat tak mengerti dengan kepribadiannya. Dia datang seketika, mengalihkan semuanya menyembuhkan luka yang tak kunjung menyembuh. Muncul dalam dimensi lain menerobos paksa melalui jendela tanpa mengetuk pintu. Dia lihai, memberi bekas senyum pada ujung bibirku.

Aku semakin takut dengan ini semua. Kupastikan langkahku untuk mencari tahu apakah ini? Apakah aku benar-benar jatuh? Jika benar aku jatuh, maka aku akan siapkan kematian baru untuk hatiku. Kupersiapkan kembali perlengkapanku, kujejalkan kedalam ranselku. Aku bersiap terbang dan jatuh bersamaan lalu tenggelam.

Aku Jatuh maka Aku Tersesat.. tolong jangan…

*****

(to be continued.. jika aku benar-benar tersesat 🙂 )

Iklan

2 thoughts on “(jangan buat) Aku Tersesat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s