Pria Yang Kucinta Sepanjang Masa

*****

Dear Pria yang aku cinta sepanjang Masa,

Sebelumnya aku ingin peluk kamu sekali Pria yang aku cinta sepanjang Masa, Bapak

Hei, aku ingin cerita tentang ku dan tentangmu Bapak…

Aku masih dan akan selalu menjadi anak bungsumu selamanya. Lihat aku sudah tumbuh menjadi wanita dewasa #insyaallah.. Ini karena apa yang kamu berikan selama ini, 27 tahun menjaga aku, mendoakan aku, memberikan semua yang menjadi kebutuhanku, doa dan kasih sayang darimu yang terkadang tidak pernah aku sadari.

Aku tahu kamu punya cara berbeda memberikan kasih sayangmu kepadaku, namun terkadang aku malu bila dimanjakan, dispesialkan… gengsi mungkin. Tapi dibalik kegengsian itu aku bahagia dengan semua perhatian yang kamu berikan kepadaku. Melankolis sekali bukan jika aku bilang “mataku berkaca-kaca saat aku menulis ini”

Aku masih mengingat jelas apa yang sering kamu ceritakan, betapa inginnya kamu memiliki anak perempuan dari rahim ibu. Hingga ditahun 1983 ibu mengandung anak ketiga, dan lahirlah aku di 14 Mei 1984, tepat di hari senin jam 7 pagi. Disebuah rumah sakit di kota Bandung. Aku jadi nigin kembali kemasa itu, ingin aku melihat rona wajahmu saat mendengar dan melihat anak ke tiga mu adalah bayi perempuan, ya itu aku. Aku berharap rona bahagia dan bangga yang terpancar dari wajahmu saat tahu itu aku yang lahir.

Saat ada waktu dan hari nanti dimasa depan, kamu yang akan melihat aku, menunggui aku , ketika aku diberikan kesempatan oleh Alloh SWT melahirkan generasi ketiga untukmu.. cucu untukmu. Kamu pasti merindukan waktu itu tiba,, Ya aku pun sangat sangat sangat merindukannya.

Bapak, maaf kalau terkadang perilaku ku membuat kamu terluka atau marah. Maaf, bila kita selalu berbeda pemahaman tentang memandang hidup. Maaf, bila terkadang aku menjadi pembangkang. Maaf, bila aku membuat mu menjadi kita sekarang. Entah apakah maafmu cukup untuk mengahapus semua salahku padamu. Jauh dilubuk hatiku, aku mengagumi pribadimu sekali bapak. Kamu yang tegas, galak, namun pendiam malah terkadang pemalu. Kamu yang sensitive.. hmmm dan itu kamu wariskan kepadaku, kekerasan hatimu pun kamu wariskan padaku. Kamu yang humoris, mencintai anak-anak dan dicintai anak-anak yang tidak kamu wariskan padaku,,,, dari kesemuanya yang paling aku kagumi adalah kesetiaanmu yang paling luar biasa. Semoga sifat itu kamu wariskan kepadaku #amin.

Oh iya Bapak? Aku mau tanya… apakah kamu mencintai seni? Lalu kenapa ketiga anakmu mempunyai bakat seni. Aku rasa kamu tidak menyadari itu kan Bapak? Tapi tak apa, aku berterimakasih atas gen ini. Atas semua yang kamu wariskan kepadaku, ilmu, sifat dan karakter yang ada pada diriku dulu, hari ini dan nanti semuanya bercermin darimu.

Belum bisa aku memberikan kebahagian dunia kepadamu bapak, aku yang masih berusaha terus membahagiakan bapak dan ibu dengan caraku, Aku ingin membuat kamu bangga memiliki aku, aku tidak mau kamu menyesal telah memiliki aku. Aku meminta restumu, meminta doamu untuk mengejar mimpi tertundaku bapak. Aku harap kamu merestui dan meridhoi #amin, sehingga tidak ada lagi keraguan dalam langkah kakiku mengejar apa yang menjadi mimpi dan masa depanku.

Tidak ada kado, tidak ada kue tart dan lilin, bahkan tumpeng dan buket bunga untukmu dihari ini, hanya pasukan doa yang aku kirimkan untukmu, agar kamu bahagia selalu, sehat selalu, dilindungi oleh Alloh SWT diusiamu yang ke 58 tahun hari ini..

Selamat Ulang Tahun Mochamad Kartomi a.k.a Pak Omi

Aku yang selalu ingin menjadi hadiah terbaikmu sepanjang hidupmu dunia dan akhirat.

Aku cinta kamu bertubi-tubi Bapak..

Anak perempuanmu

-Nia-

Iklan

#day 26,27,28,29 dan Last Day….: Suratku Berakhir….(I Love You)

Kepada Surat Terakhir
Kepada…

Akhirnya kuputuskan untuk membuat surat ini. Di hari ke 30 yang seharusnya menjadi hari terakhir, jika aku tak putus menulis surat. Tak terlintas sedikitpun untuk mengakhiri 5 surat terakhirku dalam satu surat. Banyak alasan bukan untuk berhenti? Dan aku akan bercerita satu per satu tentang alasan itu kepadamu ‘surat terakhir’. Dan ini akan menjadi suratku yang paling panjang.

Penerima suratku sudah habis dimakan waktu. Sebenarnya mungkin bisa saja aku kirimkan surat cinta pada siapapun tak terbatas waktu dan dimensi. Tapi aku tidak melakukan itu. Aku butuh ratusan bahkan ribuan kata untuk menulis racauan dan cerita. Dan aku masih belajar dalam hal itu.
Ya…inspirasi, terkadang inspirasi itu datang dengan sendirinya tanpa diundang. Dengan tiba-tiba mereka bisa menari dan menyanyi didalam otak. Menggentayangi pikiranku, sampai akupun tak tega untuk mengabaikannya. Aku pun tak punya kehendak dan kuasa untuk tidak mengizinkannya datang.

Dua puluh lima hari terakhir, aku berhasil menulis surat dengan konsitensi. Walaupun aku mengesampingkan tugas menulisku yang lain. Menulis artikel lain di media yang lain. Dan lebih parahnya aku menulis seperti ‘kesetanan’ dan mengabaikan perasaan orang lain yang mungkin bisa menjadi singgungan buatnya.

Ini suratku yang terakhir yang kubuat…

#day26..
Kukirimkan surat ini untukmu Fabriella Veronica. Dua tahun waktu yang singkat sekali untuk menjadikan aku dan kamu seperti sekarang. Menggila bersama yang paling aku cintai dari kita. Mencoba bisnis baru yang mendekatkan emosional kita. ‘Hedon’ bersama.. Banyak hal yang aku dapat darimu hey wanita dengan seribu cerita. Awal April nanti tepat 3 tahun aku mengenalmu, tapi ikatan rasa kita aku yakin lebih dari angka itu…. :-p GR sekali aku. Tapi aku yakin kita akan seperti ini untuk selamanya, menua bersama-sama. Menjadi wanita baja yang keren itu yang selalu kita mimpikan bersama. Dan itu nanti bukan cuma hanya menjadi mimpi. Surat ini seharusnya bisa menjadi panjang dan utuh kalau aku mengiriminya lebih awal sebelum hari ke 25, tapi aku yakin kamu cukup tau betapa aku sayang sekali dengan kamu Ibu Iba…. *Hugs

****

#day27..
Aku lipat kertas ini kujadikan pesawat terbang, kucari arah datangnya angin lalu keterbangkan pesawat kertas ini untuk WALNOET….sempat ingin menghapus bulan kita November dalam kalender hidupku, tapi kalian lebih mendominasi tetap hadir dalam hidupku. Satu hari dalam bulan kita bisa aku simpan dalam kotak besar berwarna ungu dipojokan hatiku. Sepuluh tahun menjadi bagian dalam tubuh kalian itu adalah semacam anugerah dalam hidupku. Pasang surut emotional aku dengan kalian semua pun menjadi dinamika yang tak kalah menarik. Jatuh cinta dengan apa yang kita miliki, yang tak mereka mereka miliki. Walaupun, jauh sebelum hari ini dan tahun ke sepuluh kita rasa antara aku, kalian dan kita walnoet mulai tergantikan dengan prioritas lain dalam hidup kita. Ya… Dan kita memang harus lebih realistis, prioritas kita pun beda dengan kita yang dulu lebih antusias akan apa yang menjadi milik kita. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang aku rasa pada kalian pada kita Walnoet, tidak pernah merasa ‘cupu’ dengan berteriak Aku Cinta Kalian, Aku Cinta Walnoet, Aku Cinta Kita….

****

#day28..
Sebenarnya, aku tak perlu mengirimkan surat ini untuk kalian. Karena aku sudah membuat 1 kategori dalam blogku tentang kalian walaupun baru sampai #part2… Sawarna itu aku, dan kalian.. 3 wanita yang semula membuatku takut. Evi Selviana, Fitri Hykmi dan Irma Anggarini, sudah membuat kehidupan kerjaku penuh dengan kejutan dan dinamika. Mengikuti segala tren yang ada di tempat kerja, tren bulutangkis, tren aerobik, tren karoke sampai tren Vampire Cullen. Yang paling hebat adalah tren bisnis kita yang mendulang sukses ‘Parsel’, dan terbentuklah kita SAWARNA…. Memiliki kalian dalam kehidupanku mungkin suatu kebetulan karena kita ada di atap yang sama dalam mencari sebongkah berlian. Tapi entah kita disatukan oleh apa yang membuat kita menguatkan satu sama lain, ah..aku ingin menangis kalau ingat itu. Terlebih lagi saat satu dari kita pergi untuk mengejar masa depannya diakhir tahun 2010 ke negeri kanguru.. Irma a.k.a Nye2, kita sempat satu minggu lebih berada dalam titik kejenuhan, tapi aku yakin kita cuma terpisah jarak bukan hati dan kamu bahagia disaana kan?..ah kenapa aku tidak bisa menemanimu disana. Tapi doaku, doa kita bertiga pasti selalu mengiringimu sayang.. #damn aku harus bilang aku sayang kaliannnnnn… ☺

****

#day29..
Yeah…ini surat buat anda tuan Andriansyah Ahdaka, maaf tidak bisa memberi lapak terakhir dihari ke 30. Karena sudah dibooking untuk menutup #30harimenulissuratcinta ini menjadi satu cerita yang utuh. Semoga tidak keberatan menempati hari 29. Setidaknya saya menjawab tantangan anda tuan..heu. Berapa tahun kita kenal, coba saya ingat…mmmmm, 2 tahunan lebih ya..luar biasa tuan pemberi motivasi. Kapan kita menulis cerita estafet lagi. Itu luar biasa, menekan egoisme penulis itu kan susah, tapi kita berhasil tuan.. #givemefive… Senang bisa mengenalmu tuan motivator, satu yang ingin saya ucapkan terimakasih sudah menjadi cermin pertama dalam hidup saya. Terimakasih pernah menemani obrolan panjang dini hari, memenuhi kertas kosong yang saya punya. Satu lagi terimakasih sudah menuliskan nama saya di buku skripsi anda di halaman ucapan terimakasih… Hihihihi GR.. Boleh diulang ucapannya apa tuan?? 😉 terimakasih dan saya tersanjung, anda mengingat saya diakhir-akhir perjuangan anda mendapatkan gelar bergengsi itu. Berharap masih menyisakan ruang juga nanti untuk nama saya di Thesis S2 nya ya… Amiinn… Terus balajar ya tuan, cari istri biar ada yang ngurus juga… ☺ #wink

****

#day30..
Akhirnya berakhir di hari ke-30, ini kembali untuk kamu ‘Pria yang sempat aku cintai diam-diam’. Yang aku jadikan surat pertama untukmu di #30harimenulissuratcinta. Menulis surat untukmu menjadi dilema buat aku pribadi. Aku tidak perlu menyebutkan namamu disurat terakhirku ini. Kamu cukup punya hati untuk tahu siapa yang aku maksud didalam surat ini. Hanya ingin berujar Terimakasih sudah menjadi inspirasi ku dalam menulis, walaupun semua tulisan yang kutulis penuh luka. Tapi itu adalah kejujuran hati tentang apa yang aku rasa saat itu. Aku tidak ingin membohongi apa yang ku rasa. Aku akan bilang marah kalau aku merasa marah, aku akan bilang cemburu jika aku cemburu, aku akan bilang rindu karena aku memang rindu. Dan tulisanku tidak boleh juga berbohong denganku saat aku membacanya kembali suatu hari nanti. Kamu tidak lagi menjadi pria yang ku cinta diam-diam, tak mengapa bagiku dan aku tidak menyesal dengan apa yang aku rasa. Aku hanya menyesal aku dan kamu sekarang. Kamu cukup tahu juga aku dan kamu sekarang seperti apa.. Aku hanya ingin mengambil kembali semua rindu yang sempat aku kirimkan untukmu, karena aku harus mengembalikannya pada pemilik rindu. Aku tidak boleh menangis lagi bukan, karena itu temui aku dan selesaikan!!! Satu lagi yang tak boleh aku lewat sampaikan disuratku yang terakhir untukmu… Ingat!! Cukup ingat aku!! Aku Cinta, masih dan selalu Cinta….

*****

Akupun mengakhiri suratku dihari 30. Hari berakhirnya suratku. Menyenangkan mengisi hariku dengan menulis…

Penuh Cinta… (I love you) more and more

-niya nihe jothi-

picture: A Letter by Alephunky on DeviantART

#day24: (bukan) Surat Cinta Untuk Perusuh..

Kepada Yth
Pria-pria berbaju dan bersoban putih

Assalamualaikum…

Mungkin saya bukan wanita yang paling mengerti tentang pemahaman yang kalian pahami atas agama kalian yang tentu juga merupakan agama yang saya anut. Saya mungkin bagi kalian hanya wanita yang sok tahu dan tidak tahu apa-apa. Tapi saya tahu yang kalian lakukan bukan yang saya pahami dalam agama yang saya anut dan juga agama yang kalian anut.

Agama saya menggambarkan kedamaian di muka bumi. Agama saya mengajarkan kebaikan dan bukan kekerasan. Agama saya agama penuh kasih terhadap sesama makhluk Tuhan. Lalu, lihat apa yang telah kalian lakukan, membakar, melakukan kekerasan, menganiaya, mencaci, memaki, menghukum manusia lain. Padahal yang kalian sakiti masih ciptaan-Nya. Tidakkah kalian malu? Malu dengan pakaian dan sorban putih yang kalian kenakan, malu dengan Asma yang keluar dari mulut kalian diikuti dengan cacian dan hujatan, kata dan kalimat yang tidak pernah tertulis dalam kitab suci yang kita yakini.

Siapa yang kalian coreng namanya atas apa yang kalian lakukan dengan nama Agama? Tentu saja Agama yang saya dan kalian anut. Banyak hal yang bisa kalian urus di bumi Indonesia ini. Tidak perlu dengan anarkisme berlebihan, seperti tidak ber-Tuhan. Siapa yang paling punya kehendak atas dosa dan salah manusia, ya.. hanya TUHAN – ALLAH SWT (kita menyebut-Nya). Jangan angkuh dengan pemahaman kalian, janganlah menjadi kaum jahiliyah yang hanya bisa melakukan kekerasan. Gunakan logika dan talar kalian wahai manusia yang katanya berilmu.

Kalau kalian masih punya cinta dan kasih, gunakan keduanya untuk menjadikan kalian mengerti dan paham tentang hak manusia lain. Jadikan keduanya untuk membuat kalian terbangun dari mimpi buruk kalian yang penuh ancaman. Jadikan keduanya untuk membuat kami, saudara seAgama kalian bersatu bukan dengan kekerasan sesat. Jadikan keduanya untuk merangkul manusia-manusian diseluruh belahan bumi dunia. Menciptakan kedamaian di bumi ini.

Jangan buat TUHAN kita murka dengan apa yang kalian lakukan, yang akhirnya membinasakan kita semua.

Maaf kalau bukan Surat Cinta ini lancang, saya hanya prihatin dengan rasa cinta kalian. Apakah kalian masih memilikinya?

Wassalamualaikum

-niya-

#day23: Tuan 140 Karakter..

Teruntuk Tuan 140 karakter..

Hei Tuan 140 karakter a.k.a Twitter, kenalkan saya @neeyaisme dalam duniamu. Belum terlalu lama mengenalmu, mungkin karena saya terbilang “Gaptek” atau apalah bahasa yang lebih kerennya. Follow, Folbek, Timeline, Follower, Following, Retweet, dan semua bahasa diduniamu awalnya membuat saya bingung. Tapi saya semakin penasaran untuk terus masuk ke duniamu, dunia yang semula penuh misteri buat saya.

Mengenalmu butuh waktu yang tidak sebentar. Pesaingmu di dunia tetangga yang cinta dengan warna biru dan hobi tagging mungkin lebih menarik. Tapi, mulai membosankan pada akhirnya. Bahkan sekarang saya sudah resmi mundur dari dunia biru itu. Duniamu jauh labih informatif, saya bisa dengan mudahnya tahu banyak hal hanya dengan membaca Timeline dari siapa yang saya Follow. Tinggal saya teruskan dengan RT, “cring”…dengan begitu siapa Follower saya bisa tahu juga informasinya. Bahkan, tuan 140 karakter juga membuat saya jadi jauh lebih kreatif dan frontal dalam mencipta kata dan kalimat. Hastag…saya suka bermain hastag, terutama hastag racauan. Hampir setiap malam sebelum tidur hastag racauan tidak pernah absen dalam timeline saya.

Ahh.. Tuan 140 karakter, sepertinya saya mulai jatuh hati padamu. Maaf kalau saya orang yang terlambat bilang ini padamu. Tapi karenamu juga aku tahu tentang proyek besar 3 orang yang keren diduniamu @perempuansore @ekaOtto @omemdisini dalam hastag (#) 30harimenulissuratcinta.

Tuan juga yang membuat saya menulis timeline rindu-rindu yang tak terobati, tapi saya bahagia bisa menyampaikannya walaupun hanya dalam duniamu. Tak apa, rindu saya tak berbalas, yang paling penting saya benar-benar telah dibuat jatuh cinta padamu Tuan 140 Karakter. Bahkan avatar “burung biru” itu juga sangat menggemaskan. Izinkan saya terus meracau dalam duniamu ya Tuan…. 😉

Salam Hastag #

-@neeyaisme-

#day19: Jika Aku Kamu…

Dear Hey…

Ini adalah suratku yang ke-19, mungkin surat ke 10 atau ke 12 yang aku tujukan untukmu hey…

Sempat aku berfikir, jika aku menjadi kamu. Aku akan membuat surat seperti ini:

Dear My Precious,

Kutitipkan surat ini kepada seorang kawan, karena aku tak cukup berani untuk melakukannya sendiri. Ya, dari dulu memang aku tak pernah berani untuk melakukan sesuatu yang serius, dan kau tahu hal itu dengan baik.

Lima tahun memang bukanlah waktu yang singkat, tapi tidak untukku, aku bahagia selama itu. Bersamamu aku merasa sehat. Di sampingmu aku merasa sangat dekat dengan kesempurnaan. Berjalan menggandeng tanganmu aku merasa melihat masa depan ideal yang jelas terwujud.

Kita tidak peduli pendapat orang tentang kita, seperti mendadak tuli akan sekitar ketika perasaan senang mendominasi saat saling dekat. Sungguh rentang waktu yang menyenangkan ketika kita berdua tahu peran masing-masing dan saling mengisi menutupi kekurangan.

Tak mungkin kita akan saling melupakan setelah semua yang kita jalani. Entah dimana aku berada sekarang untukmu, tapi kau berada dalam sebuah kabinet ke-tiga, itulah laci terbesar diantara yang lainnya, dan kau kusimpan disana bersama kenangan itu. Yang suatu saat aku harap akan bisa kembali membukanya walaupun nyata dilarang sekarang.

Akulah pria yang paling dibenci kekasihmu, seburuk kau dibenci pula oleh kekasihku. Aku anggap mereka hanya iri tak bisa menjadi seistimewa itu di hatimu yang besar. Ketika hatiku sudah tak kufungsikan karena ingin mematri kenangan, disamping tak ingin merasakan sakit yang menyiksa. Dan sekali lagi, kita berdua tahu itu karena.. Yaa karena dua orang itu adalah kau dan aku.

Pada akhirnya aku bagimu (dan sebaliknya) hanya merupakan beberapa episode paling menarik dalam serial ini. Aku harap kamu bahagia, dan hanya itu yang paling memungkinkan setelah aku melakukan kebodohan fatal karena melepas hubungan kita dulu.

Tapi aku tidak pernah menyesal, karena kau telah mengajarkan sesuatu, sesuatu yang akan membuat aku bahagia dengan caraku sendiri.

Selamat tinggal.

PS: Ketika aku menulis ini, lagu From This Moment On dari Shania Twain kuputar berulang-ulang. Lagu yang kau usulkan akan kita nyanyikan ketika kita menikah

Tapi tidak mungkin juga aku melakukan itu, karena surat itu memang benar surat yang temanku titipkan padaku.

Kamu akan tetap menjadi kamu, pria yang berhasil membuatku seperti sekarang. Mekar layu saat yang bersamaan.. Ah dan itu keahlianmu sayang (sang pemintal air mata)….

Jadi aku masih bertahan disini, berharap ada surat di offline msg-ku…*ah mari bermimpi dulu

#day18: Wanita Sejuta Pesona…

(@missayudewi)

Dear Wanita Sejuta Pesona…

Ayu Dewi….nama Indonesia yang cantik dan anggun,, saya Niya pengagum pesonamu.
Ini adalah surat cinta untukmu dalam #30harimenulissuratcinta…

Kesan pertama saya melihat sosokmu dilayar kaca hanya terdiam, hanya bisa memperhatikan tingkah konyol dirimu, ya..kamu seperti mempermalukan diri kamu sendiri disitu. Tapi saya semakin penasaran dengan sosokmu. Oouuwwcchh..dan kamu semakin sering muncul dilayar kaca dengan seribu kekonyolanmu.

Kamu cantik dengan pesona mu. Kamu cerdas membawa dirimu tampil di layar kaca. Pembawaanmu menjadikan kamu luarbiasa. Menjadi diri sendiri, menciptakan karakter nyata, tidak jaim, terlihat natural yang membuat saya kagum padamu. Apa adanya kamu adalah daya tarik kamu. Ya dan kamu ‘briliant’ Ayu. Ini kamu ketika kamu dalam pesonamu.

Aku sempat iri padamu, saat tau kamu bertunangan dengan pria tampan rupawan Mr.Zumi Zola. Ah…entah siapa yang beruntung mendapatkan siapa, tapi kalian berdua keren sekali. Walaupun banyak kaum hawa yang cemburu pada kalian berdua, banyak yang merasa kalian berdua tidak cocok..hhmmm sepertinya mereka salah, karena saya melihat tidak ada yang salah dengan kalian berdua. Ayu Dewi kamu semakin cantik saat bersama Zumi Zola..

Dear Ayu Dewi dan Zumi Zola teruslah mencinta, dan buat kami ‘cemburu’ pada kalian… Itu pertanda kalian berhasil menjadi pasangan yang sempurna…

Teruslah bersinar Ayu Dewi, teruslah menjadi seperti dirimu sekarang….suksessss Wanita Sejuta Pesona… ☺

Salam pengagummu…

-niya-