Shock Culture…. “Aku Indonesia Banget atau Indonesia Aja”

 

“sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati..(Caping 4, h. 80)” ― Goenawan Mohamad

Ini tentang orang orang yang pernah melakukan perjalanan jauh ke negeri tetangga. Saya sendiri belum pernah keluar dari Indonesia, hanya saja saya cukup dibuat heran dengan mereka yang baru sehari dua hari, seminggu dua minggu atau setahun dua tahun tinggal di negeri orang tapi sudah terlalu banyak tingkah dengan membanding-bandingkan budaya Indonesia dengan budaya luar.

Pagi ini, secara tidak sengaja saya melihat status salah seorang teman di media sosial yang kebetulan dia baru kembali dari perantauannya ke negara  Jepang. Agak terkejut ketika membaca apa yang dia tulis, sontak membuat mengerutkan dahi.
Blunder

“Janjian sama perempuan di indonesia sangat berbeda dgn Japan. Seminggu sebelum dah janjian dan buat memo dengan pertimbangan matang. Tgl dan jam pergi tepat waktu. Disini, ada perempuan ngajak janji ke ondangan seminggu sebelum pas hari H. Tanpa kabar tiba2. Maaf gak jadi. Blm bisa cocok dengan perempuan Indonesia. Kangen Japan”

Kita sebut saja teman saya itu Terong,  mungkin maksut hati  membuat status seperti itu agar semua penghuni media sosial dimana dia berada bisa respek, bisa kasih simpati dan membenarkan pernyataannya. Atau bisa jadi sekedar eksistensi di dunia maya kalau dia sudah pernah tinggal di jepang dan tahu sekali budaya di sana seperti apa. Sayang sekali bukannya mengundang simpati, akhirnya malah menjadi bumerang atas pernyataan yang dia lontarkan. Bahkan si Terong ini pun lupa dia menulis dalam bahasa Indonesia. Dia menyebut disana perempuan Indonesia, dia pun lupa kalau dia dilahirkan dari rahim seorang perempuan Indonesia. Ironis…

Orang orang seperti ini sebenarnya yang sering membuat saya heran. Mempelajari kebudayaan negara lain, tapi tidak mempelajari kebudayaan bangsa sendiri. Jauh-jauh menuntut ilmu ke negara lain, tapi ilmu yang di dapat tidak diaplikasikan setelah kembali ke negara sendiri. Kembali ke Indonesia hanya untuk menjadi penggerutu, untuk mengumpat dan membandingkan negara sendiri dengan negara lain yang jauh lebih maju… hmmm mungkin budaya luar sudah mengajarkan mereka (saya meyakini hanya segelintir orang, tidak semua) untuk tidak punya tata krama dalam bertutur kata.  Mungkin Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara negara maju semisal Jepang. Tapi untuk mereka mereka yang sudah pernah singgah kesana, pernah menetap disana bukan lantas bisa dengan mudahnya membanding-bandingkan Indonesia dengan negara maju. Kalau semua orang Indonesia yang baru pulang dari luar negeri menjadi seperti ini, ya akhirnya Indonesia pun akan menjadi negara tanpa Identitas. Jika Indonesia dirasa tidak cukup baik untukmu, buatlah menjadi baik bukan lantas mengeluh dengan segala ketidak nyamanan yang dirasa terhadap Indonesia.

Saya pernah membaca novel Pulang, di tulis oleh Leila S Chudori. Novel yang bercerita tentang eksil politik yang mencari suaka di luar negeri. Dimas Suryo, yang akhirnya harus dengan terpaksa menjadi eksil politik selama pemertintahan Orde baru, Mencari suaka politik di negara Perancis, pada akhirnya mimpi terakhirnya hanya ingin kembali ke tanah merah Indonesia. Tanah yang sudah menjadikannya orang yang terbuang, yang pernah tidak menerimanya, yang bahkan tidak pernah memberikannya izin untuk kembali selama 32 tahun. Bahkan Lintang Utara Suryo, anak dari pernikahan Dimas dan Vivienne Deveraux -seorang wanita berkebangsaan perancis-, harus masuk ke Indonesia sebagai anak eksil politik hanya untuk tahu bagaimana caranya memetik Indonesia dari kata I.N.D.O.N.E.S.I.A.
Novel "Pulang"

Saya selalu ingat dengan kisah teman saya yang tinggal di negeri kangguru, -Hobart, Tasmania Australia. betapa dia sangat merindukan Indonesia di setiap bulan Ramadhan. Adzan yang berkumandang, murotal yang selalu terdengar dari pengeras suara mesjid, anak yang bermain sambil berteriak tertawa lantang menunggu waktu bebuka puasa. Bahkan satu hal yang paling dia rindukan adalah suara teriakan penjual barang-barang rumah tangga, dan suara pukulan kayu penjual bakso keliling. Indonesia dengan segala “kekurangan”nya, ketidak teraturannya masih begitu di rindukan. Lantas, siapa saya atau kalian yang jelas lahir, besar, menuntut ilmu di Indonesia bahkan mencari uang di Indonesia, dengan lantang menggerutu di media sosial mengeluhkan tentang Indonesia yang tanpa disadari sudah memberikan banyak kehidupan untuk saya, kalian dan yang lainnya.

Mengutip tulisan Pidi Baiq, “Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis,jauh lebih dari itu melibatkan perasaan”. Buat saya pribadi, sebagai orang yang belum pernah keluar negeri, Indonesia pun bukan hanya masalah geografis jauh dari itu INDONESIA melibatkan perasaan. Ya Indonesia dengan segala yang ada didalamnya, baik atau buruk ya Indonesiaaaaa….

 

Hanya untuk dibaca, tidak usah  dimasukkan kedalam hati… ^__^

Invasi Militer… #racun

Demam korea…
Sebelumnya tidak pernah sedikitpun terfikir untuk menjadi bagian dari orang orang yang menggilai drama korea. Menghabiskan waktu berjam-jam (lupa waktu tidur makan dan mandi) untuk menonton serial drama korea. Saya dulu berfikir mereka-mereka itu terlalu berlebihan membesar-besarkan drama korea. Walau memang saya akui dari segi ceritanya jauh lebih variatif dan bagus bila dibandingkan dengan sinetron Indonesia.

Jaman kuliah dulu (berjuta-juta tahun yang lalu), sebenarnya saya sudah mengikuti beberapa serial korea yang kebetulan tayang di televisi swasta nasional saat itu. Siapa sih yang tidak tahu serial korea Full House, My Sassy Girl Chun-yang, pasti banyak yang tahu. Jaman kuliah pun saya tahu beberapa film korea yang menurut saya menghibur semisal My Bos My Hero, My Wife is A Gangster dan beberapa film drama romantis yang saya lupa judulnya..

Tahun pun berlalu…
Saya pernah berujar ketika melihat display picture BB seorang teman yang memasang foto koleksi dvd koreanya… “Apa sih biasa aja kali, bangga pisan jadi korban hallyu… Alhamdulillah gue gk sampe begini…” #krik.. itu adalah ujaran saya kala itu..

Hingga saya dipertemukan kembali dengan sahabat sahabat saya dimasa muda 🙂
Yang ternyata membawa #racun mematikan… dan inilah pembawa racun itu..

Agni dia teman masa kuliah dulu kala, walau ditempatkan di kelas yang berbeda tapi bisa dikatakan kami cukup dekat.. Dengannya pun saya pernah mengerjakan project iseng di blog ini #randomthoughtproject..

Indri dia teman kuliah juga walau beda jurusan. Kenal dengannya saat SMA disuatu tempat kursus bahasa inggris di kota Bandung. Jumpa lagi dengannya saat terdaftar sebagai siswa bimbingan belajar ternama di kota Bandung juga..

Ifa nah dia adalah teman kuliah juga satu kelas.. sebenarnya diantara kita bertiga dia bisa dibilang ensiklopedinya korea yang berhubungan dengan dunia hiburan
korea

Saya dan ketiga teman saya ini membuat grup chat sendiri di media online whatsapp.

image

Profil Whatsapp Grup RRK

*RRK : apa ya singkatannya lupa yang pasti Random Korea… bahasannya terkadang benar benar random bisa tiba tiba obrolan politik, fashion, sejarah, budaya, sosial dan yang paling sering adalah KOREA.

Invasi Militer Korea…
Invasi korea dalam kehidupan saya terjadi sangat cepat, bertemu kembali dengan 3 sahabat saya yang sempat saya ceritakan diatas membawa pengaruh yang sangat luar biasa.

Dikenalkan variety show korea dengan judul RUNNING MAN.. sontak.membuat kehidupan dunia hiburan saya berubah drastis, menjadi tahu banyak selebritas korea gara gara variety show ini. Terutama idol idol korea semisal Suju, SNSD, Bigbang, dan masih banyak yang lainnya..

Ya dari sanalah demam korea dimulai, mulai menggilai beberapa nama selebritas korea. Sebut saja boyband korea ternama BIGBANG , awalnya kenapa saya bisa tahu tentang boyband itu pun secara tidak sengaja. Suatu hari saya menyengajakan diri mencari film lama seorang aktor korea bernama Cha Seung Won, saya suka dengan penampilannya saat membintangi serial The Greatest Love dan Athena. Dari sanalah saya mencari film film lama yang dibintanginya, saya menemukan filmnya yang berjudul 71: Into the Fire, dibuat jatuh hati lah dengan salah satu pemeran utama di film tersebut tetapi bukan Cha Seung Won melainkan aktor utama lain yang berperan sebagai Oh Jung-Beom,, dia adalah Choi Seung Hyun a.k.a TOP

image

71: Into The Fire Movie

*71: Into the Fire Movie

Dan akhirnya mencari tau siapa Choi Seung Hyun itu, ternyata dia adalah personil dari boyband di korea BIGBANG. Semakin jauh akhirnya malah menjadi suka dengan boyband asal korea ini… haisshhhh…
Bahkan saya melakukan hal-hal yang bisa dibilang sebuah aib (hahahaha) dan saya menjadi tidak perduli apakah itu aib atau bukan. Yeah, kemakan sama omongan sendiri akhirnya saya pun menjadi korban hallyu… T_T

image

Bigbang

image

My Blackberry

image

Recently Music Added On My Gadget

image

Me and Agni at Braga Festival

Ya itu adalah secuil aib yang saya lakukan beberapa bulan terakhir ini. Sekarang saya masih melakukan itu dan boleh dibilang semakin menggila… ckckck..
Karena siapa saya dibuat jatuh cinta sama korea dan K-pop?
Siapa yang harus disalahkan? Salahkan pria ini!!

image

Choi Seung Hyun

Tidak bisa kompromi dengan apa yang merubah kehidupan saya sekarang. Menjadi semakin penasaran dengan korea tak hanya dengan dunia hiburannya tetapi semakin tertarik dengan apa yang dimiliki korea termasuk sejarah, budaya, kuliner, bahasa bahkan jejak islam di korea itu seperti apa. Hingga hari dimana saya menginjakan kaki saya di Korea, saya tidak terlalu asing lagi dengan negara itu (aminnn tak berhingga kali).

Dan inilah penghuni RRK yang terbiasa membicarakan korea, membicarakan idol-idolnya. Maafkan kami diumur yang tidak muda lagi melakukan hal ini.. Jangan terlalu diambil hati, cukup nikmati saja tulisan “aib” ini..
JJang!!!!!

image

*

image

**

image

***

image

****

image

*****

*Me and My TOP-oppa
**Agni and her GDragon-oppa (leader of Bigbang)
***Indri and her Yonghwa-oppa (leader of CN Blue)
****Ifa and her Jaejong-oppa (ex-TVXQ, JYJ)
*****RRK boyfriend :-* dari atas kiri Jaejong – kanan atas Yonghwa – kiri bawah GDragon – kanan bawah TOP

Imaginandi Mix Media :)

Seorang sahabat kesayangan saya Panji Firman Rahadi, tiba-tiba menjadi baik sekali. Dia satu-satunya sahabat yang menjadikan saya kelinci percobaan akan semua imajinasi yang terbentuk di otaknya. Dia bilang seperti ini, “Kelinci percobaan gue tinggal lu doang ni, soalnya kelinci gue yang lain udah pada mati jamuran…”. Pernyataan macam apa itu. Dia juga, entah ini kebetulan atau tidak yang paling jago menterjemahkan semua imajinasi yang ada di kepala saya. Kurang lebih cara saya mengekspresikan diri saya di dunia ini pun terdoktrinisasi oleh manusia berbadan besar ini.

Konsep foto badut saya pun disambut dengan tangan lapang. Luar biasa ketakutannya akan badut bisa dengan mudah dia lawan saat dia mengambil foto saya dengan tampilan badut. Dulu saya pernah posting foto badut yang dibalut dengan puisi Laplace, tapi akhirnya saya hapus postingannya karena kemungkinan akan dijadikan project kecil saya dan Panji Firman (mun teu hoream eta ge hahaha)..

Suatu hari dia memberi tahu saya, kalo dia punya foto buat saya… hahahha dengan penuh rasa curiga saya tidak langsung percaya begitu saja. Karena hidup manusia satu itu penuh intrik terhadap kelangsungan hidup saya. Diyakinkan dengan caranya, akhirnya saya pun percaya si manusia ini punya karya yang dia buat untuk saya.. ini sedikit cuplikan obrolan saya dengan manusia itu di YM :p

Conversation with Panji Firman

 

 

 

 

 

 

Apapun tujuan dia membuatkan karya ini untuk saya dan 2 orang lainnya (pacarnya tepatnya -Ririn dan teman saya yang lain Rohmat), saya sangat sangat tersanjung sekali. Rasanya ingin menangis ketika lihat karya yang dia buat untuk saya. Entahlah tidak pernah terbayangkan sebelumnya karya yang dia buat itu seperti apa hasilnya. Yang ada di kepala saya saat mendengar akan dihadiahi karyanya cuma terfikir “FOTO” cuma foto biasa..

Siapa yang sangka hasilnya seperti ini… :”)

Imaginandi Mix Media

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini adalah salah satu dari foto koleksi badut saya yang dimana Panji adalah sang juru foto, tapi sebenarnya foto aslinya gak seperti ini. Foto ini sudah Panji sulap menjadi bentuk yang menurutnya adalah Mix Media, ya ini bukan foto lagi tapi sudah menjadi Mix Media.

Dengan sangat jujur dari lubuk hati yang paling dalam, jatuh cinta dengan hasilnya.. #berbinarbinar, gak pernah nyangka hasilnya akan seperti itu.

Sebenarnya ada satu foto lain yang Panji buat juga, tapi foto yang satunya tidak akan dia berikan ke saya biar bagaimanapun.. Karena foto satunya akan dipakai untuk Pameran dia nanti 🙂

Sukses buat sahabat kesayangan saya Panji Firman Brengsek.. buat apa yang sedang kamu kerjakan hari ini.. *wah apa ini, semacam tulisan terimakasih.. tidak mungkin*

Ah saya rindu diomelin lagi nih panj!! Sok sibuk sekali kamu…. sebal 😥

hahahahaha.. #tidak mau ber-argumen :p

Living in Our Dream…

Sebut saja aku Embun, ya sebenarnya itu nama yang ingin aku berikan untuk nama anak perempuanku kelak. Jadi biarkan aku memakai nama itu unutk tulisan ku kali ini. Ya tulisan yang aku buat karena tergelitik akan obrolanku siang tadi dengan seorang sahabat melalui “chat messenger” fasilitas yang disediakan kantor kami.  Sebut saja sahabat kesayanganku ini Kiv.

Aku bersahabat baik dengan Kiv sudah 4 tahun, perkenalan yang tidak biasa di tempat kerja lama. Hingga aku yang harus pindah cabang, kami masih berteman dengan baik. Lebih dekat aku sebut saja Sahabat. Kiv yang paling tahu sekali kapan air mataku akan meleleh mendarat di sekujur mukaku. Bukan tissue memang yang dia sodorkan, tapi pelukan. Aku berharap juga sebaliknya dia merasakan hal yang sama terhadapku.

Ini adalah obrolan dua wanita karier (katanya itupun), tentang bagaimana seharusnya kami menjalani hidup hari ini dan nanti. Ini mungkin adalah oborolan kesekian kali kami saling mengamini setiap pernyataan baik yang keluar dari mulut kami masing-masing.

Embun     : Kiv, gue tidak bermaksud menyindir siapapun sebenernya dengan apa yang gue tulis di timeline.

Kiv     : hahahahha, iya gue baca, dan itu sih urusan orang yang merasa tersindir, Abaikan, itu media bebas kok, semua orang punya hak mau ngapain di media itu. Karena #nomention :p

Embun    : iya sih, padahal kan seharusnya memang tidak perlu tersindir dengan apa yang menjadi racauan, juga karena banyak orang yang melakukan apa yang gue omongin di timeline tadi pagi.. menjadi Loser itu adalah pilihan hidup. Hahahhah semoga kita terhindar dari hal demikian.. Amin

Kiv    : Embun, si Parjo resign ya?

Embun    : Hooh, per akhir bulan ini cabut dia.

Kiv    : Aduh, cuma gue doang ya yang bodoh masih bertahan aja gitu ditempat ini.

Embun     : Si Parjo mah jelas lah dia mau ngegedein usaha fashion istrinya. Klo difikir fikir ya gue, elu dan mungkin yang lainnya yang kita gak tahu adalah seorang pengecut alias loser. Jelas banget kan kita gk suka dengan apa yang kita sebut “pekerjaan” ini, tapi masih aja bertahan. Apa namanya klo bukan loser. Dan ternyata kita tidak bisa menghindari hal itu..

Kiv    : Enggak lah, gue rasa kita sedang berproses, akan indah pada akhirnya kok, gue meyakini hal itu.

Embun    : iya ya semoga bener ini adalah proses untuk kesana. BUkan sebuan akhir.

Kiv    : Amin, hahahhahah

Embun     : Amin, Hahahahha. Dan ini yang selalu kita sering lakukan bukan? Hanya bisa saling mengamini setiap ucapan baik yang gue artikan sebagai mimpi. Sementara temen gue bilang “percuma gak ada aktualisasinya”.. rasanya pengen gantung diri sekali.

Kiv     : Ingin pindah gue, ingin kerja diluar negeri aja. Tapi bisa apa gue, umur juga udah ketuaan 😦

Embun  : Iya sama, tapi tidak ada yang tidak mungkin sih Kiv. Selama lu masih mau mengusahakan semuanya. Kayak blog sepasang suami istri yang pernah lu kasih ke gue linknya waktu itu. Itu mereka bisa, mereka apa sih kerjanya? Menyenangkan sekali.

Kiv     : kayakanya dari yang gue baca, mereka sih gk kerja.. Mereka itu “Living in their dream”. Mereka itu orang seni, seni pertunjukan “Puppet”. Jadi klo gk salah mereka mengajar apa gitu di singapur selama 1 bulan, terus mereka pulang ke Indonesia menggelar pertunjukan puppetnya. Itu lah yang gue baca.

Embun     : Ah menyenangkan sekali ya..

Kiv     : Iya klo di luar negeri kan seni itu bener-bener dihargai banget.

Embun  : Iya, pisan. Semua seni dalam hal apapun sangat dihargai klo di luar negeri. Ingin juga bisa “Living in my/our Dream”, dengan orang yang tepat pastinya. Hahaha..

Kiv     : Amin, lu mah jelas udah punya tujuan dari hidup lu kedepan mau  berjalan seperti apa. Kalau gue sih masih suka bingung, masih mikir mau gimana.

Embun     : terkadang gue pun gak terlalu yakin dengan keputusan akan pilihan hidup masa depan gue ingin kayak apa dan bagaimana sih. Masih penuh tanya juga, dan malah kadang gak konsisten.

Kiv     : yang paling jelas dalam hidup gue… Gua gak mau end up ngurus anak doing. Terus jadi ibu-ibu yang tiap hari kerjaannya nonton sinetron doang. Terus mati deh… :p

Embun    : Jujur gue ingin menjadi ibu rumah tangga.. hahahahaha..

Kiv     : iya atuh sok.. pekerjaan tersulit gue rasa menjadi ibu rumah tangga.

Embun    : Iya komitmen semumur hidup. Gue ingin bener-bener megang anak gue banget nantinya. Gue gak mau anak gue diurus orang lain selain gue dan tentu aja bapaknya ya.. Tapi gue tidak mau menjadi apa yang lu bilang barusan. Ibu-ibu rumah tangga yang menjadi korban sinetron, bergosip kanan kiri dengan tetangga. arisan ngabisin duit suami. Semoga gue terhindar dari hal macam itu.

Kiv     : dari yang gue liat ya di Indonesia, dari sekian banyak label “Ibu RT”, itu kebanyakan karena mereka gk punya pekerjaan. Anak mah anggeur weh teu kauurus, kalah riweuh ngagosip.

Embun     : iya kebanyakan seperti itu. Tapi gue harus yakin lah sama diri gue sendiri. Gue bisa menjadi ibu rumah tangga yang bukan cuma sekedar ibu rumah tangga. Gue harus tetep bisa mengaktualisasikan diri gue sama apa yang gue suka. Semisal gue tetap diberi kebebasan untuk menulis, begadang membuat tulisan, menggambar.  Hahahaha, bukan egois dong. Dari pada gue stress malah nantinya larinya ke anak kan, anak gue yang malah gue bully. Semoga nemu laki yang bakal sejalan “Living in our dream” (my dream) Aminn

Kiv     : iya Aminnnnnn.. Gue sih untuk sekarang belum bisa menjadi Ibu rumah tangga seperti yang gue mau. Mening gue kerja aja puguh gak ngurus rumah tangga juga da pedah kerja. Mungkin nanti akan terpanggil, sekarang sih belum..

Embun     : Hooh, amin. Pilihan ini mah.. hahahha

Kiv     : Panggilan sih gue rasa, seperti untuk menjadi biarawati 🙂

Embun     : Mungkin nih ya, mungkin untuk wanita-wanita macam kita, gue sih mikirnya “dengan siapa partner hidup kita nantinya” bener gak sih. Itu sih yang bakal memutuskan pilihan gue nantinya akan pension menjadi wanita karier di perusahaan atau memilih untuk menjjadi ibu rumah tangga total. Itu tadi yang gue bilang semoga Tuhan masih punya stok buat gue, yang bisa kasih gue dunia.. 🙂

Kiv     : iya bener pisan Amin.. pokonya lu jangan sampai salah, jangan sampai nantinya malah nyesel.

Embun     : Amin

Kiv     : selagi belum ditulis dibuku baru nanti, lu harus nikmatin semua waktu yang lu punya, pilih buku yang bener, pake pena yang tintanya gak akan pernah habis!! Kalau mau pilih pensil pake pensil yang lu gak perlu runcingin ujungnya, tapi jangan pake mekanik lu harus rajin isi ulang dan itu basi..

Embun    : Eis edann perumpamaan yang mantaff..

Kiv     : hahahhaha

Itu hanya secuplikan dari obrolan yang bisa dibilang sering sekali jadi topik “chat” selama bekerja. Saling mengamini setiap kebaikan adalah kehebatan kita berdua. Tetep bisa membagi mimpi seperti ini, adalah hal yang berharga buatku. Setidaknya aku tahu, bukan cuma aku saja yang saat ini masih bermimpi. 🙂

*******
Aku Embun yang tidak akan pernah mengakhiri mimpi..

My Name Is Sketchy…

Ketertarikan saya dengan dunia seni hemm bisa dibilang begitu lebih dibanding dengan dunia lainnya. Untuk saat ini dunia tulis menulis menjadi passion terbesar dalam hidup saya, bahkan sudah menjadi prioritas dari semua hal yang berhubungan dengan seni. Sebenarnya seni sendiri tidak pernah mengkotak-kotakan dirinya. Seni ya seni apapun itu dan dalam bentuk apapun itu. Seni adalah penyembuh akan ‘sakit’ yang kadang hadir dalam hidup saya. Dan saya mulai candu akannya.

Kali ini saya mau memperkenalkan saya yang lain dalam hal berkesenian. Seharusnya tidak di sini di blog ini, blog yang lebih menitik beratkan dunia saya pada sastra. Hanya saja saya bukan orang yang hebat mengatur lebih dari 1 blog, jadi saya sisipkan disini saja. Lagipula porsinya tentu tidak akan sebanyak porsi sastra yang ada di blog ini.

Design Fashion… saya suka design, menggoreskan pensil di atas kertas buram. Fashion sebenarnya bukan passion saya, yang menjadi passion saya adalah seni menggambarnya, menggerakkan pensil-pensil diatas kertas itu adalah hal yang sangat menyenangkan buat saya. Walaupun saya masih banyak menggunakan penghapus, tapi saya suka menggambar. Sketsa, tepatnya sketsa. Entahlah sketsa itu buat saya adalah awal penciptaan, proses penciptaan akan objek nyata. Dengan sketsa kita bisa seenaknya merubah ide satu menjadi ide lain, hingga ide akhir.. Kemudian diwujudkan deh..

So.. perkenalkan My Sketch Book… buku sketsa ini sudah menjadi sahabat saya selama 4 tahun (senangnya bersahabat denganmu sayang).. Buku ini adalah obat saya yang lain jika jenuh mulai mendominasi..

My name is Sketchy

 

 

 

 

 

 

4 tahun yang lalu saya belum menngunakan identitas niyajothi secara resmi, lihatlah saya menuliskan nama saya di sana dengan “NIEA”.. heheheh

Di dalamnya ada berlembar-lembar kertas yang sudah terisi dengan sketsa-sketsa design baju, sebagian sudah saya realisasikan menjadi baju yang saya pakai untuk kerja dan jua pesta. Nanti akan saya share di postingan saya yang lain beberapa sketsa baju yang berhasil saya realisasikan..

Untuk postingan perdana di kategori meVSfashion ini.. Saya mau share sketsa yang belum saya realisasikan, tapi akan segera saya realisasikan karena kebetulan saya lagi butuh baju pesta untuk menghadiri pesta pernikahan salah seorang sahabat baik saya diakhir bulan Mei nanti…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini dia designnya.. saya menggunakan bahan shiffon abu yang saya beli di King’s Dalam Kaum Bandung, 1 meternya kalau tidak salah 15rb, saya pakai 2 meter. Lalu untuk bawahannya saya bongkar lemari ibu saya, dan menemukan kain dengan motif batik mesir gitu entah agak sedikit aneh motifnya itu. Tapi saya suka dengan permainan warnanya.. 🙂

Ini dia kainnya

 

 

 

 

 

 

Segera jika sudah direalisasikan akan saya share… tentunya di blog ini dengan kategori meVSfashion..

Doakan berhasil ya teman-teman..

dan selamat menikmati kategori baru di blog ini..

🙂

Rindu berujung iPod4

#hujandisenja pun melantakan rinduku,menjelma bulir air yg tak hanya menjejaki hatiku,tp jg pelupuk mataku.Rinduku sekarat tuan!

*****

Itu adalah secuil bait kalimat puisi yang tak sampai 140 karakter. Saya pun membuat bait itu tak sampai 5 menit. Ini adalah bait puisi pertama saya yang saya buat untuk di’kompetisi’kan.

Kamis, 9 Februari 2012, sebuah akun twitter @HujanDiSenja, mengadakan semacam sayembara (kuis) dalam rangka menyambut valentine. @HujanDiSenja ini kebetulan dipercaya untuk bagi-bagi hadiah dari pihak sponsor yaitu ZARA (#zarainlove). Hadiahnya buat saya ngiler juga lah, 2 iPod touch 8GB 4G dan 1 voucher ZARA 500rb rupiah.. Wew menggiurkan..

Ikutlah saya, dengan mengirimkan juntai kata menjadi puisi diatas dengan hestek #hujandisenja, lalu mementionnya ke @HujanDiSenja. Sayembara ini dimulai dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, masih terekam diingatan saya membuat puisi pendek itu jam 9:30 pagi.. 🙂

Hingga sayembara pun berakhir,,,

Dan pesimis aja gitu karen puisi-puisi ya,g lain keren-keren luar biasa.. Namun karena emg rejeki ajah sih… Membaca pengumuman pemenang tepat jam 03:00 dini hari Jumat, 10 Februari 2012 :

@HujanDiSenja: The last winner for tonight for Ipod4 goes to @niyajothi congratulation, cek DM yaaaa 🙂

@niyajothi itu akun twitter saya. Ya, dan saya menang iPod4.. Menari girang…..

Hingga, Sabtu, 11 Februari 2012 meluncurlah saya ke daerah Kuningan, Jakarta untuk mengejar iPod4 yang saya menangkan..yeay yeay.. Lumayan puter-puter jakarta nih nyari Setiabudi Building di Rasuna Said.. Akhirnya nemu juga tempat janjian saya dengan @HujanDiSenja…Anomali Cafe..

Ternyata baru diketahui @HujanDiSenja itu adalah ‘yang’ a.k.a pacarnya teman saya @diyas_andi, diyas itu sempat jadi teman sekantor saya di bandung, tapi dia resign demi mengejar cita-citanya.. 🙂

Dan inilah iPod4 hasil puisi yang saya tulis..

Terimakasih banyak banyak banyak sekali @HujanDiSenja, ZARA dan juga adik manis @diyas_andi :*

Hingga publish tulisan ini, si iPod4 masih berada di tangan @panji_firman, entah apa yang sedang dia lakukan kepada iPod itu..

KONSISTENSI di tahun ke-11

Dan akhirnya menginjak tahun ke-11, angka kembar pertama dalam kebersamaan kita. Kebersamaan sebagai satu keluarga, satu persamaan dan sekaligus perbedaan.

Ini adalah tentang apa yang saya rasa di tahun ini. Tentang kalian, tentang kita dan #Walnoet. Saya merekam semua dengan jelas di setiap tahun eksistensi kita dulu dan hari ini.

*****

Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar, kita muda dan tua bersama. Berjalan beriringan dalam satu irama. (bahasanya terlalu puitis..kita sederhanakan saja).

#Walnoet, kalau teman saya bilang adalah nama genk motor. Tapi percayalah bukan genk motor, karena sampai detik ini saya tidak bisa mengendarai motor (boleh mentertawakan saya sepuasnya). Mungkin saya lebih setuju dengan Chairil Anwar yang bilang kalau kita walnoet adalah binatang jalang dari kumpulan yang terbuang. Ya kita hanya sekumpulan orang-orang muda saat sekolah menengah dahulu kala yang tidak tergabung dalam genk popular di sekolah kita menuntut ilmu. Hanya segelintir muda-mudi yang cerdas dengan IQ diatas rata-rata saja yang tergabung dalam #Walnoet ini (Bagian dari narsis >> memuji diri sendiri) yang akhirnya berinisiatif membentuk arena bermain dan belajar dengan nama #Walnoet. (sounds weird right!).

Tahun tahun berjalan dan terlewati dengan sederhana dengan penuh keceriaan. Hingga kita lulus sebagai anak sekolah. Berjalan dengan nama #Walnoet menghiasi jiwa kita, bangga bisa mempertahankan eksistensi kita dalam nama #Walnoet. Ya hanya nama.. sekarang kenyataannya #Walnoet hanya sebuah nama.

Dan ini yang setiap tahun, – tepat ditanggal 10 November- yang selalu kita lakukan, merayakan hari jadi, mungkin bahasa kerennya anniversary. Mengucap doa diberbagai media social, berkumpul mengenang masa muda. Hanya masa muda yang kita punya. Lalu apa yang sudah kita #Walnoet lalui bersama di hari ini? Apa yang sudah kita punya di hari ini?… KASAT MATA, tak bernyawa, mungkin hanya kekuatan rasa, kekuatan cinta dan rindu saja yang membuat kita tetap ada mempertahankan nama #Walnoet.

Mimpi-mimpi bersama di usia muda kita dulu, hari ini hanya menjadi prasasti saja. Mungkin benar kita butuh penggerak. Bukan untuk kudeta, tapi untuk “create something”, “doing something”…. Atau apapun yang membuat kita itu ada, bukan hanya nama yang cuma melekat di hati saja. Bukan cuma muncul ke permukaan di setiap tanggal 10 November saja. Saya ingin lebih… bukan cuma eksistensi tapi konsistenasi akan kesamaan rasa dan mimpi…

Hingga kapan kita ada? Toh kita menua dan pikun, hingga nama #Walnoet hanya sebuah nama kacang saja, tanpa pernah ada nama kita didalamnya. Ya dan apa lagi yang bisa kita ‘sombong’kan. Saat saya merencanakan panggung kecil untuk membuat nama #Walnoet tetap ada, (ini mimpi pribadi saya), dan saya ingin sekali melibatkan kalian.

Tulisan ini untuk kalian yang merasa memiliki #Walnoet, saya memohon izin kepada kalian meminjamkan nama #Walnoet kepada saya untuk panggung kecil yang sedang saya rencakan. Ini mimpi Panji Firman Rahadi, saya amini dan harus kalian amini. Support? Yes tentu saya butuh support (dana juga sih sebenernya…:p)

Hanya bisa menulis, dan itu memberi kebebasan kepada jiwa saya untuk mengucap seratus juta terimakasih kepada kalian satu persatu, kepada kalian yang masih menjadikan saya bagian dari adanya #Walnoet. Kepada kalian yang selalu saya jadikan guru-guru kehidupan saya.

*****

Belajar apa saya dari kalian? Banyak dan tak berhingga..

Saya menemukan siapa saya saat bertemu dengan kalian. Saya belajar memlilih pilihan sulit ketika saya mengenal kalian. Mencintai sekaligus membenci. Menahan kecewa, bertahan dari haru biru, menutupi segala gundah, berpura-pura bahagia, saya artis yang baik saat bersama kalian. Kalian hebat dengan membuat saya menjadi hebat juga.

Saya menemukan mau jadi apa saya di kehidupan ini dan kehidupan setelah ini (jika ada), ketika saya bertemu kalian. Sampai hari ini saya menulis ini, saya tetap mencinta #Walnoet dengan segalanya yang dipunya dan tidak.

Lihat aku sudah punya mimpi lagi tentang kalian. Lebih baik bermimpi bukan? Daripada tidak punya mimpi sama sekali. Saya tidak butuh euphoria setiap tahun, dengan BROWNIES yang katanya HANYA SIMBOL. Dan saya membenci kata HANYA didepan SIMBOL. Karena BROWNIES hanya symbol berarti tidak ada arti apa-apa disana, bukan? Maka saya ganti, saya jadikan tahun ini bertabur doa dan harapan akan mimpi yang menjadi nyata “Walnoet bukan hanya menjadi sekedar nama”. #amin

*****

Lalu mimpi kalian apa?

Apakah kalian mengerti arti Konsistensi di tahun ke-11 ini? kalau mengerti beri tahu saya, karena saya tidak pernah mengerti dengan konsistensi yang kalian biacarakan.

SELAMAT BERKONSISTENSI WAHAI PEMILIK WALNOET 🙂
11 tahun dan selamanya (?)

*****


(My Dear)
Panji Firman Rahadi, Andika Krisnan, Muhammad Reza Dirhamsyah, Buana Alamsyah, Irvan Firmansyah, Dany Anggana, Rohmat Indrayana, Sigit Tri Abimata, Fajar Kusnadi, Fikri Ranuarsa, Adi (?), Theresia Astrid Herera, Fatimah Safariah, Emma Hermawati, Tine Pujisari, Saya Sendiri, dll yang pernah memiliki #Walnoet